Minggu, 14 Juni 2020

Kisah The Russian Sleep Experiment


The Russian Sleep Experiment adalah urban legend yang menceritakan lima subjek yang tetap terjaga selama 15 hari dalam percobaan ilmiah era Soviet.

Eksperimen ini terjadi di suatu fasilitas di Uni Soviet pada akhir tahun 1940an.

Dalam percobaan ilmiah yang disetujui militer, lima tahanan politik ditahan di kamar gas tertutup, dengan stimulan udara yang diberikan secara terus-menerus, untuk menjaga subjek tetap terjaga (tidak tertidur) selama 30 hari berturut-turut.

Subjek yang diuji adalah tahanan politik yang dianggap musuh negara selama Perang Dunia II.


Percakapan dan perilaku mereka dipantau melalui cermin dua-arah rahasia. Para tahanan akan dibebaskan jika mereka berhasil menyelesaikan percobaan mereka.

Kisahnya kurang lebih seperti berikut :

Russian Sleep Experiment menceritakan sebuah eksperimen yang terjadi di fasilitas pengujian di Uni Soviet pada akhir 1940-an.

Dalam percobaan ilmiah yang disetujui militer, lima tahanan politik ditahan di kamar gas tertutup, dengan stimulan udara yang diberikan secara terus-menerus untuk menjaga subjek tetap terjaga selama 30 hari berturut-turut. Para tahanan itu secara keliru dijanjikan bahwa mereka akan dibebaskan dari penjara jika mereka menyelesaikan percobaan.

Percakapan dan aktivitas mereka diamati dan dicatat bahwa mereka terus berbicara tentng insiden yang semakin traumatis, yang terjadi di masa lalu mereka, dan nada umum dari percakapan mereka mengambil sudut pandang yang lebih gelap setelah empat hari.


Setelah lima hari, mereka mulai mengeluh tentang keadaan dan peristiwa yang membawa mereka ke tempat mereka berada, dan mulai menunjukkan paranoia yang parah.

Mereka berhenti berbicara satu sama lain dan mulai berbisik-bisik secara bergantian ke mikrofon dan ke cermin dua-arah.

Setelah sembilan hari, satu subjek mulai berteriak tak terkendali selama berjam-jam. Hal yang paling mengejutkan tentang perilaku ini adalah bagaimana para tahanan lain bereaksi terhadapnya...atau lebih tepatnya tidak bereaksi terhadapnya.

Mereka terus berbisik ke mikrofon sampai subjek kedua mulai berteriak. Dua subjek yang tidak berteriak memisahkan buku-buku, mengolesi halaman demi halaman dengan kotoran mereka sendiri dan menempelkannya dengan tenang ke atas kaca, seolah mencegah para peneliti untuk melihat ke dalam ruangan. Teriakan itu kemudian segera berhenti, begitu pula bisikan ke mikrofon.

Beberapa hari berlalu tanpa para peneliti dapat melihat ke dalam, di mana ruangan itu benar-benar sunyi. Para peneliti menggunakan interkom untuk menguji apakah subjek masih hidup, dan mendapat tanggapan singkat dari subjek yang menyatakan kepatuhan. Konsumsi oksigen di kamar menunjukkan bahwa kelima subjek masih hidup. Faktanya, jumlah oksigen yang dikonsumsi oleh kelima subjek setara pada tingkat olahraga yang sangat berat.

Pagi hari tanggal 14, para peneliti melakukan sesuatu yang mereka katakan tidak akan lakukan untuk mendapat reaksi dari subjek, mereka menggunakan interkom ke dalam ruangan, berharap untuk memancing respon dari para subjek yang dikhawatirkan entah mati atau hidup.

Mereka mengumumkan :

"Kami membuka ruangan untuk menguji mikrofon, menjauh dari pintu dan berbaringlah di lantai atau anda akan ditembak. Kepatuhan akan memberi anda kebebasan langsung, kepada salah satu dari kalian."

Yang mengejutkan para peneliti, mereka mendengar satu ucapan dalam respon suara yang tenang : "Kami tidak lagi ingin dibebaskan."

Perdebatan pecah antara para peneliti dan pasukan militer yang mendanai penelitian. Tidak dapat memancing respon lagi menggunakan interkom, akhirnya diputuskan bahwa ruangan akan dibuka pada tengah malam pada hari ke lima belas.

Pada hari ke 15, para peneliti memutuskan untuk mematikan gas stimulasi, diisi dengan udara segar, dan segera suara-surara dari mikrofon mulai menolaknya. Tiga suara yang berbeda memohon agar menyalakan gas stimulan kembali. Mereka kemudian membuka ruangan.

Ruangan itu dibuka dan tentara dikirim untuk mengambil subjek yang diuji. Mereka mulai berteriak lebih keras dari sebelumnya, dan begitu pula para tentara saat mereka melihat apa yang ada di dalamnya.

Setelah melihat ke dalam, mereka menemukan bahwa empat subjek yang masih hidup telah melakukan mutilasi mematikan dan parah pada diri mereka sendiri selama beberapa hari terakhir, termasuk merobek daging dan otot, mengeluarkan beberapa organ perut, mempraktikkan kanibalisme terhadap diri sendiri.

Jatah makanan melewati hari kelima belum begitu tersentuh. Ada potongan-potongan daging dari paha dan dada tes subjek yang mati, dijejalkan ke saluran air di tengah ruangan, menghalangi saluran dan memungkinkan 4 inci darah dan air menumpuk di lantai.

Seberapa banyak air di lantai itu sebenarnya adalah darah tidak pernah ditentukan.

Subjek juga dengan keras menolak untuk meninggalkan ruangan dan memohon para ilmuwan untuk terus memberikan stimulan.

Keempat subjek yang masih hidup memiliki sebagian besar otot dan kulit yang terkoyak dari tubuh mereka. Kerusakan daging dan tulang yang menjadi terlihat di ujung jari mereka, mengindikasikan bahwa luka itu ditimbulkan oleh tangan, bukan oleh gigi seperti yang dipikirkan oleh para peneliti.

Organ-organ perut di bawah tulang rusuk dari keempat subjek telah diangkat. Sementara jantung, paru-paru dan diaframa tetap ditempatnya, kulit dan sebagian besar otot yang melekat pada tulang rusuk telah terkelupas, memperlihatkan paru-paru melalui tulang rusuk.

Semua pembuluh darah dan organ tetap utuh, mereka baru saja dikeluarkan dan diletakkan di lantai, menyebar di sekiar tubuh subjek yang mengeluarkan isi perutnya, namun masih hidup.

Saluran pencernaan keempat bisa dilihat berfungsi, mencerna makanan. Dengan cepat menjadi jelas bahwa apa yang mereka cerna adalah daging mereka sendiri, yang telah mereka robek dan makan selama berhari-hari.

Sebagian besar tentara adalah operasi khusus Rusia di fasilitas itu, tetapi masih banyak yang menolak untuk kembali ke ruangan untuk mengeluarkan subjek.

Para subjek terus berteriak agar ditinggalkan di ruangan, dan bergantian memohon dan menuntut agar gas dinyalakan kembali, agar mereka tidak tertidur...

Salah satu tentara Rusia tewas karena tenggorokannya dirobek, yang lain terluka parah karena testisnya robek dan arteri di kakinya terputus oleh salah satu gigi subjek, saat mencoba mengeluarkan subjek dari ruangan.

Lima tentara lainnya kehilangan nyawa jika anda menghitung tentara yang bunuh diri pada minggu-minggu setelah insiden tersebut.

Para peneliti medis berusaha membiusnya tetapi ini terbukti mustahil. Subjek disuntik dengan lebih dari sepuluh kali dosis morfin manusia, dan masih bertarung seperti binatang dalam keadaan terpojok, mematahkan tulang rusuk dan lengan seorang dokter.

Saat jantung terlihat berdetak selama dua menit penuh setelah dia berdarah sampai titik, ada lebih banyak udara dalam sistem pembuluh darahnya daripada darahnya.

Bahkan setelah jantung itu berhenti, dia terus berteriak dan memukul-mukul selama tiga menit, berjuang untuk menyerang siapa pun dalam jangkauannya dan hanya mengulangi kata "lagi" berulang-ulang, semakin lemah, dan semakin lemah, sampai dia akhirnya terdiam.

Tiga subjek yang masih hidup ditahan dengan ketat dan dipindahkan ke fasilitas medis. Dua subjek dengan pita suara yang tidak rusak terus-menerus memohon untuk gas agar tetap terjaga...

Setelah akhirnya dikeluarkan dari kamar, semua subjek menunjukkan kekuatan yang ekstrem, resistensi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap obat-obatan dan obat penenang, kemampuan manusia super untuk tetap hidup meskipun cedera mematikan, dan keinginan putus asa untuk tetap terjaga dan diberi stimulan.

Subjek yang paling terluka dari ketiganya dibawa ke satu-satunya ruang operasi bedah yang dimiliki fasilitas itu.

Dalam proses mempersiapkan subjek untuk menempatkan kembali organ-organnya ke dalam tubuhnya, ditemukan bahwa subjek secara efektif kebal terhadap obat penenang yang telah mereka berikan untuk menjalani operasi.

Subjek berjuang keras saat gas anestesi akan mengekangnya. Subjek berhasil merobek sebagian besar tali kulit selebar empat inci pada satu pergelangan tangan, meskipun seorang prajurit seberat 200 pon memegang pergelangan tangan itu juga.

Hanya butuh sedikit anestesi dari biasanya untuk menenangkannya, dan begitu kelopak matanya berkedip dan tertutup, jantungnya berhenti.

Dalam otopsi terhadap subjek yang mati di meja operasi, ditemukan bahwa darahnya memiliki tiga kali lipat tingkat oksigen normal. Otot-ototnya yang masih melekat pada tulang, sobek parah, dan dia telah mematahkan sembilan tulang dalam usahanya untuk tidak ditaklukkan. Sebagian besar dari kekuatan yang otot-ototnya berikan.

Subjek kedua adalah yang pertama dari kelima subjek yang mulai berteriak. Pita suaranya rusak sehingga dia tidak bisa memohon atau keberatan dengan operasi, dan hanya bereaksi dengan menggelengkan dengan keras saat tidak setuju dengan anestesi di dekatnya.

Subjek menganggukkan kepalanya, ya, saat mereka mencoba melakukan operasi tanpa anestesi, dan tidak bereaksi selama prosedur enam jam mengganti organ perutnya, dan berusaha menutupinya dengan apa yang tersisa dari kulitnya.

Seorang perawat yang ketakutan menyatakan bahwa dia melihat mulut subjek membentuk menjadi senyuman beberapa kali, setiap kali mata subjek bertemu dengannya.


Ketika operasi berakhir, subjek menatap ahli bedah dan berusaha berbicara sekuat tenaga. Dianggap pasti ini sesuatu yang penting, ahli bedah mengambil pena dan buku catatan, dan pesan subjek sederhana saja, "Teruslah memotong".

Dua subjek diberi operasi yang sama, keduanya tanpa anestesi, meskipun harus disuntik lumpuh selama operasi, karena dokter bedah tidak mungkin melakukan operasi sementara pasien terus-menerus tertawa. Kelumpuhan memberikan mereka waktu yang sangat singkat. Saat subjek dapat berbicara, subjek kembali meminta gas stimulan.


Para peneliti mencoba bertanya mengapa mereka melukai, merobek diri mereka sendiri, dan mengapa mereka ingin diberi gas lagi. Hanya ada satu tanggapan yang diberikan : "Saya harus tetap terjaga."

Setelah dirawat karena luka-lukanya, tiga subjek yang selamat dipersiapkan untuk kembali ke kamar gas dengan stimulan. Penahanan ketiganya diperkuat dan mereka kembali ditempatkan ke dalam ruangan. Dalam persiapan tersebut, subjek dihubungkan ke monitor EEG.

Sebagian besar peneliti yang memantau gelombak otak subjek yang pertama terhubung ke EEG, merasa terkejut karena sebagian besar gelombang otak itu normal, namun terkadang datar yang tak dapat dijelaskan, seperti berulang kali menderita kematian otak sebelum kembali normal.

Ketika mereka fokus pada kertas yang keluar dari monitor gelombang otak, hanya satu perawat yang melihat mata subjek terpejam pada saat yang sama kepalanya mengenai bantal. Gelombang otaknya langsung berubah menjadi tidur nyenyak, lalu datar untuk terakhir kalinya, saaat jantungnya berhenti serentak.

Satu-satunya subjek yang tersisa, yang bisa berbicara, mulai berteriak saat akan di kunci di ruangan. Garis otaknya menunjukkan garis datar yang sama dengan seseorang yang baru saja meninggal karena tertidur.

Komandan memberi perintah untuk menutup ruangan dengan kedua subjek di dalamnya, dan juga beserta tiga peneliti. Salah satu dari tiga peneliti yang disebutkan itu, segera mengeluarkan senjatanya dan menembak komandan di antara kedua matanya, lalu mengarahkan senjata pada subjek yang tidak berbicara, dan meledakkan otaknya juga.

Dia mengarahkan senjatanya pada subjek yang tersisa, yang masih tertahan di ranjang, saat anggota tim medis dan peneliti yang tersisa, melarikan diri dari kamar.


Dia berteriak pada subjek yang diikat di meja, "Aku tidak akan terperangkap di sini dengan makhluk-makhluk ini ! tidak denganmu !. Kamu ini apa ?. Saya harus tahu !."

Subjek tersenyum.

"Apakah kamu sudah lupa begitu mudah ? Kami adalah kamu. Kami adalah kegilaan yang mengintai di dalam diri kalian semua, memohon untuk bebas setiap saat dalam pikiran hewan terdalam anda. Kami adalah apa yang anda sembunyikan di tempat tidur anda setiap malam. Kami adalah apa yang tenang dalam keheningan dan kelumpuhan ketika anda pergi ke surga malam di mana kita tidak bisa melangkah."

Subjek mengidentifikasi dirinya sebagai kejahatan yang melekat dalam pikiran manusia yang dikendalikan oleh tindakan tidur.


Peneliti itu berhenti, kemudian mengarahkan senjata ke jantung subjek dan menembaknya.

EEG datar saat subjek yang lemah tersedak dan mengucapkan, "So... nearly... free..."
The Russian Sleep Experiment menjadi sangat populer setelah publikasi aslinya, dan telah dianggap oleh beberapa orang sebagai cerita creepypasta terbesar dan paling banyak dibagikan di internet.

Sebagian besar perdebatan online dan offline, berpusat pada kepercayaan yang dipegang oleh banyak orang bahwa cerita itu nyata, bukan fiksi, dan oleh karena itu, banyak artikel yang berusaha untuk membantah klaim ini.

  • Kisah Asli atau Fiksi ?

  • Beberapa situs masih memposting cerita ini dengan harapan dapat memberi kengerian yang nyata kepada para pembaca.

    Setelah viral di internet, orang-orang mulai memperdebatkan keaslian kisah tersebut. Ada konspirasi bahwa kisah itu nyata, atau itu adalah kejadian dari laboratorium rahasia milik pemerintah yang bocor ke internet.

    Namun, alasan kejadian ini tidak mungkin nyata, beberapa di antaranya seperti, tidak masuk akal bagi para ilmuwan untuk membiarkan subjek terkunci di suatu ruangan selama beberapa hari tanpa diamati oleh ilmuwan. Saat ini juga, tidak ada gas yang dapat menghentikan manusia dari tertidur, serta, jika anda merobek kulit, anda tentu akan mati karena kehilangan darah.

    The Russian Sleep Experiment bukan berasal dari catatan asli dari sebuah eksperimen tahun 1940an. Cerita aslinya ditulis untuk forum online yang menantang pengguna untuk membuat "urban legend" yang paling menakutkan.

    Ini adalah fiksi modern yang menjadi populer di internet setelah muncul di Creepypasta pada 10 Agustus tahun 2010 dengan nama pengguna "Orange Soda" (nama asli penulisnya tidak diketahui).

    Kisah ini tetap populer dan terkenal hingga sekarang, atau bahkan mungkin telah melegenda di seluruh dunia, dan merupakan salah satu contoh bagaimana cerita Creepypasta yang menyeramkan bisa menjadi viral di internet.

    Seperti hal cerita Creepypasta lain yang selalu disertai dengan foto-foto menyeramkan, foto The Russian Sleep Experiment tidak memperlihatkan salah satu korban dalam percobaan tersebut, itu sebenarnya berasal dari prop animatronik bertema Halloween, "Spazm", yang dibuat oleh Morbid Enterprises untuk musim Halloween tahun 2005.

    Penampilan prop ini didasarkan pada pria psikotik berpakaian ketat yang terlihat kelaparan karena wajahnya sudah seperti tengkorak. Kaki dan tangannya diikat. Di mulutnya terdapat busa yang mewakili kegilaannya. Wajahnya menatap ke kanan dengan senyuman yang mengerikan.


    Kepopuleran Spazm meningkat karena legenda The Russian Sleep Experiment.

    Asal mula popularitas Spazm datang dari IReadCreepyPastas; Dia menggunakan versi gelap yang kelam dari gambar Spazm, di atas tempat tidur dan dengan sedikit cahaya, membuat banyak orang percaya itu adalah salah satu korban sebuah percobaan.

    Bertahun-tahun kemudian, seseorang menghubungkan gambar prop Spazm dengan kisah Russian Sleep Experiment, dan pada akhirnya orang-orang menyadari bahwa cerita menyeramkan itu palsu atau itu hanya fiksi.

    (Sumber : Russian Sleep Experiment, The Russian Sleep Experiment, What was the Russian Sleep Experiment, Spazm)

    7 komentar:

    1. beberapa hari yang lalu di discovery channel tvri membahas ucumar makhluk humanoid seperti bigfoot di daerah argentina. bisa minta tolong untuk dibuatkan artikelnya min?

      BalasHapus
    2. Balasan
      1. Selain karena memiliki kesamaan, The Russian Sleep Experiment kadang suka dibandingkan dengan SCP-957, karena keduanya memakai gambar "Spazm" yang sama..

        Hapus
    3. Alhamdulillah bisa tidur nyenyak bung

      BalasHapus