Selasa, 12 Mei 2020

Misteri Suara dentuman di Jabodetabek


Menanggapi komentar dari Sekki, maka dipostingan kali ini akan mencoba membahas tentang suara dentuman misterius di Jabodetabek.

Pada bulan April, suara dentuman misterius terdengar di Jakarta, Bogor, dan Depok. Saat itu, dentuman terdengar di kawasan Limo, Depok, mulai sekitar pukul 02.00 WIB.

Suara dentuman terdengar pelan beberapa kali dengan selang waktu. Dentuman masih terdengar hingga pukul 02.25 WIB.

Di kawasan Beji, Depok, suara dentuman terdengar berkali-kali sekitar pukul 02.20 WIB. Kondisi di lokasi masih kondusif, warga tampak tidak menyadari dentuman tersebut.

Sementara itu, suara dentuman juga terdengar di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, sekitar pukul 01.57 WIB. Dentuman terdengar beberapa kali hingga membuat pintu dan jendela bergetar.



Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, ada lima kemungkinan sumber dentuman tersebut, meskipun itu masih lemah secara ilmiah.

Beberapa kemungkinan sumber suara dentuman di antaranya :

  • Gempa tektonik

  • Daryono menyebutkan ada yang mengaitkan suara dentuman itu dengan peristiwa dentuman gempa Bantul pada tahun 2006.

    "Dalam beberapa kasus, gempa Bantul memang menyebabkan timbulnya suara dentuman, tetapi bunyi dentumannya tidak terus menerus, di mana satu gempa menghasilkan satu dentuman. Gempa Bantul dapat mengeluarkan bunyi karena sumbernya dangkal dan dekat zona karst yang bawah permukaannya berongga sehingga dapat menjadi sumber bunyi jika ada pukulan gelombang seismik."

    "Gempa tektonik memang dapat mengeluarkan bunyi ledakan jika magnitudonya cukup signifikan dengan hiposenter yang sangat dangkal. Suara ledakan yang timbul saat gempa biasanya hanya sekali saja saat terjadi deformasi batuan utama, tidak seperti dentuman yang beruntun terus-menerus seperti kemarin pagi."

    Daryono mengatakan, setiap kali terjadi dentuman, sensor seismik selalu mencatatnya sebagai "event gempa".

    Namun, pada saat dentuman terjadi, sensor gempa BMKG tidak mencatat adanya gempa.

    "Berdasarkan fakta ini maka rangkaian suara dentuman Sabtu pagi lalu tidak berkaitan dengan aktivitas gempa tektonik."

    "Hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak terjadi aktivitas gempa tektonik yang kekuatannya signifikan di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Provinsi Banten."

  • Longsoran

  • Ada yang mengaitkan suara dentuman itu dengan peristiwa longsor.

    Longsoran yang dipicu oleh adanya deformasi batuan yang melampaui batas elastisitasnya, akan menimbulkan pelepasan energi secara tiba-tiba hingga dapat mengeluarkan suara dentuman.

    "Namun demikian, peristiwa longsoran tidak mungkin terjadi secara berulang-ulang, terus-menerus sebanyak dentuman yang didengarkan masyarakat pagi itu."

  • Skyquake

  • Daryono menerangkan skyquake adalah istilah yang diciptakan oleh sekelompok komunitas untuk menyebut suara-suara yang datang dari langit, yang tidak dapat dijelaskan.

    Masyarakat awam pun kini banyak yang menggunakan istilah skyquake.

    Daryono menjelaskan :

    "Padahal belum memahami konsep ilmiahnya. Padahal konsep yang sudah mapan terkait bunyi yang bersumber dari peristiwa atmosferik tersebut sudah ada, seperti acoustic wave, infrasonic wave, sonic boom dan lain-lain. Saat terjadi dentuman, tidak ada laporan dari stasiun pendeteksi sonic boom dan tidak ada pesawat terbang dengan kecepatan suara. Sehingga fenomena skyquake sebagai sumber dentuman saat itu terbantahkan."

  • Petir

  • Hendra Gunawan, dari Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), mengatakan suara dentuman yang ramai dibahas di media sosial bukan berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

    Untuk laporan yang diterimanya hanya berasal dari suara petir. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa terjadi hujan lebat sejak semalam.

    "Ya, laporan hanya dari pos yang berada di Gunung Gede di Puncak dan Gunung Salak di Bogor. Mendengar suara (dentuman) tapi suara dentuman petir. Karena memang hujan petir yah."

    Namun, Daryono menjelaskan bahwa pada kondisi atmosfer ideal, suara petir paling jauh dapat terdengar 16-25 km.

    "Dengan jarak jangkauan dengar tersebut, sulit diterima jika dikatakan petir yang sama dapat didengar oleh warga di Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Pelabuhanratu."

    Dia pun memberikan gambaran seperti petir terjadi di Bogor, maka tempat terjauh di utara yang dapat mendengar petir tersebut hanya sampai Kota Depok, tidak sampai ke Jakarta, Tangerang, dan Bekasi.

    Untuk arah tenggara dan selatan, maka tempat terjauh yang masih dapat mendengar petir tersebut adalah daerah Gunung Gede hingga Gunung Pangrango, tidak sampai ke Sukabumi dan Pelabuhanratu.

    "Bunyi petir juga sangat khas, di mana orang awam dengan mudah mengenalinya, sementara suara pagi itu lebih mirip dentuman yang 'anatominya' berbeda dengan suara petir."

  • Erupsi anak Krakatau

  • Suara dentuman yang juga membuat beberapa rumah, kaca gedung bergetar seperti gempa bumi tersebut, banyak dikaitkan dengan aktivitas gunung Anak Krakatau yang baru saja meletus.

    Mirzam Abdurrahman, Vulkanolog dari ITB mengungkapkan bahwa suara tersebut kemungkinan berasal dari aktivitas perpindahan magma secara tiba-tiba dari kantung magma ke tempat yang lebih rendah (underground explosion).

    Dia mengatakan hipotesis tersebut didasarkan pada peristiwa serupa yang terjadi di tiga gunung berapi di tiga negara yaitu, Gunung Api Miyakejima Jepang (tahun 2000), Gunung Piton de La Fournaise Pulau Reunion (tahun 2007), dan gunung di Kepulauan Mayotte Prancis (tahun 2018).

    "Kejadian ini mengakibatkan terjadinya kekosongan dan ambruknya kantung magma dalam, sehingga menghasilkan dentuman dan getaran di daerah sekitarnya."

    Namun, Mirzam menambahkan jika fenomena aktivitas dari dalam perut bumi perlu dikaji lebih lanjut.

    Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi, selain karena faktor erupsi gunung berapi, bisa juga karena aktivitas alam lainnya.

    Mengingat kembali peristiwa 2 tahun silam (akhir Desember 2018), saat di mana misteri suara dentuman yang terdengar oleh warga Jawa Barat dan Sumatera Selatan, terbukti berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sedang erupsi.

    Daryono mengatakan :

    "Kini suara dentuman misterius itu muncul lagi di saat Gunung Anak Krakatau juga sedang erupsi. Namun untuk saat ini, adanya dugaan dentuman bersumber dari Gunung Anak Krakatau dibantah dengan alasan suara dentuman tidak terdengar di Pasauran (Banten) dan Kalianda (Lampung). Sehingga dugaan erupsi Gunung Anak Krakatau sebagai sumber bunyi dentuman, kini menjadi pro dan kontra."

    Sumber dari suara itu masih misterius, sebagaimana dikatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) :

    "Hingga saat ini belum ada satu pihak pun yang dapat mengungkapkan penyebab sumber bunyi dentuman tersebut disertai dengan bukti-bukti ilmiahnya."

    Belum lama ini, lebih tepatnya 11 Mei 2020, suara dentuman misterius kembali terdengar, kali ini di Jawa Tengah. Warga di Kota Surakarta dan Kota Semarang melaporkan adanya fenomena bunyi suara dentuman keras pada Senin dini hari.

    "Terdengar suara dentuman seperti gunung meletus. Atau bom ya ?."

    Mengenai dugaan warga soal kejadian gempa tektonik, Daryono mengonfirmasi penyebab dentuman keras di beberapa wilayah Jawa Tengah tersebut melalui instagram pribadinya.

    "Perlu kami informasikan bahwa pada Senin, 11 Mei 2020 pukul 00.45 WIB sampai dengan pukul 01.15 WIB yang mana periode waktu ini disebut-sebut oleh warga sebagai munculnya suara dentuman, setelah dilakukan pengecekan terhadap gelombang seismik dari seluruh sensor gempa BMKG yang tersebar di Jawa Tengah, hasilnya menunjukkan tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di Jawa Tengah."

    BMKG memastikan bahwa sumber suara dentuman bukan berasal dari gempa tektonik. Sehingga, penyebab suara dentuman tersebut masih belum dipastikan secara pasti.

    (Sumber : BMKG Ungkap Perdebatan soal Sumber Dentuman Misterius di Jakarta, Penjelasan Vulkanolog ITB Terkait Suara Dentuman Misterius di Jakarta dan Depok, Soal Dentuman Misterius di Jawa Tengah, BMKG: Bukan dari Gempa)

    7 komentar:

    1. Kak ulas dong apakah adolf hitler meninggal di indonesia??

      BalasHapus
      Balasan
      1. sudah terpecahkan dan sudah dibahas bung e thn 2013, bukan misteri lagi tu gan.
        http://www.enigmablogger.com/2013/05/apakah-hitler-mati-di-indonesia-analisa.html

        Hapus
      2. https://www.merinding.com/2019/08/father-krespi-adalah-adolf-hitler.html

        Hapus