Jumat, 15 November 2019

Misteri kutukan lukisan The Crying Boy


The Crying Boy adalah cetakan lukisan karya pelukis Italia bernama Giovanni Bragolin yang didistribusikan secara luas sejak tahun 1950an dan seterusnya.

Ada banyak versi alternatif dari potret anak laki-laki atau perempuan yang sedang menangis ini.




  • Klaim Kutukan

  • Pada 5 September 1985, surat kabar tabloid Inggris The Sun melaporkan bahwa petugas pemadam kebakaran Essex mengklaim bahwa salinan lukisan dalam keadaan tidak rusak ditemukan di tengah-tengah reruntuhan rumah yang terbakar.

    Kisah berlanjut bahwa berbagai lukisan Crying Boy di inggris konon telah dikutuk dan menyebabkan kebakaran rumah pada tahun 1980an. Dikatakan bahwa dalam banyak kecelakaan kebakaran seperti itu, lukisan Crying Boy lolos tanpa mengalami kerusakan sedikit pun.

    Pada 4 September 1985, The Sun menerbitkan cerita ‘The Curse of the Crying Boy’ di halaman 13, dengan tajuk utama ‘Blazing Curse of the Crying Boy.’.


    Dalam cerita itu, disebutkan bahwa Ron dan May Hall menyalahkan lukisan seorang anak kecil dengan air mata di pipinya sebagai penyebab dari terbakarnya rumah bertingkat mereka.

    Kobaran api pecah dalam wajan di dapur dan menyebar dengan cepat, tetapi meskipun kamar-kamar di lantai bawah rumah mereka rusak parah karena kebakaran, cetakan berbingkai dari Crying Boy tetap menggantung, tidak rusak, sementara di sekelilingnya mengalami kehancuran.

    Untuk memperkuat klaim mereka, saudara laki-laki Ron Hall, Peter (seorang petugas pemadam kebakaran di Rotherham) konon menyebut bahwa dia tahu banyak tentang kasus kebakaran seperti itu, di mana cetakan "crying boys" ternyata tidak mengalami kerusakan.

    Pada 5 September 1985, The Sun melaporkan banyak pembaca yang ketakutan mengklaim diri mereka sebagai korban dari kutukan Crying Boy.

    Roy Vickery, sekretaris Folklore Society, dikutip mengatakan bahwa seniman asli lukisan itu mungkin telah menganiaya model seorang anak dengan beberapa cara, menambahkan bahwa semua kebakaran adalah cara anak itu membalas dendam dengan memberi sebuah kutukan.

    Semua ini menyebabkan kecemasan yang meluas, dan orang-orang yang mengaku menyaksikan kebakaran semacam itu mengatakan itu disebabkan oleh "kutukan" atau "barang pembawa sial".


    Setelah banyak permintaan panggilan dari para "korban", Tim The Sun mengumumkan kepada orang-orang bahwa jika merasa khawatir terhadap gambar Crying Boy yang menggantung di rumah mereka, mereka dapat mengirim gambar itu dengan segera dan bahwa Tim tersebut akan menghancurkan lukisan itu demi semua orang.

    Kemudian, ribuan lukisan anak laki-laki yang menangis dihancurkan di depan umum saat Halloween, dan secara luas diyakini telah mengusir kutukan "Crying Boy".


    Kisah mengenai kutukan lukisan Crying Boy mulai memudar, tetapi muncul kembali di tahun-tahun berikutnya, di beberapa buku dan outlet berita, bahwa kutukan telah kembali.

  • Investigasi

  • Setelah publikasi The Sun menciptakan ketakutan yang meluas, penyelidikan oleh dinas pemadam kebakaran dilakukan dan mereka menyimpulkan bahwa sebagaian besar kasus kecelakaan kebakaran memiliki penjelasan umum yang berhubungan dengan kepingan chip yang terlalu panas, pemanas listrik yang rusak dan rokok yang dibuang sembarangan.

    Laporan awal surat kabar The Sun mengenai penggunaan kata "kutukan", terbilang berlawanan, di mana petugas pemadam kebakaran yang bersangkutan pada saat itu belum menyebutkan kata tersebut.

    Dalam upaya memecahkan misteri ini, Mick Riley (Kepala Divisi Perwakilan Dinas Kebakaran Yorkshire Selatan), mengungkapkan bahwa gambar Crying Boy dicetak pada papan keras dengan kepadatan tinggi, yang sangat sulit untuk terbakar.

    Steve Punt, penulis dan komedian Inggris, juga menyelidiki kutukan crying boy di Radio 4 BBC yang disebut Punt PI. Meskipun format programnya adalah komik, Punt meneliti sejarah lukisan Crying Boy.

    Kesimpulannya adalah setelah pengujian di Building Research Establishment, cetakan-cetakan tersebut dirawat dengan pernis yang mengandung penghambat api, dan bahwa tali yang menahan lukisan di dinding, akan menjadi bahan yang pertama rusak (terbakar), sehingga lukisan akan mendarat (jatuh), lalu menghadap ke lantai (ke bawah), dan dengan demikian lukisan akan terlindungi.

    Dengan mempertimbangkan fakta dan hasil investigasi yang telah dilakukan, jelas bahwa ada penjelasan logis untuk kecelakaan kebarakan di mana lukisan-lukisan anak laki-laki yang menangis ditemukan tanpa kerusakan.

    Klaim kutukan itu adalah tipuan, namun kisah itu berubah menjadi urban legend modern di internet, dan tidak sedikit pula yang masih mempercayai kutukan tersebut hingga saat ini.

    (Sumber : The Crying Boy, The Crying Boy Painting Cursed)

    2 komentar:

    1. ya kutukan ini memang tidak nyata, ada 1 yg nyata menggganggu konsentrasi kami sbg pembaca yaitu foto gadis yg hendak membakar lukisan :D

      BalasHapus