Sabtu, 06 Juli 2019

Mumi dengan tiga jari di Peru


Pada 20 Juni 2017, situs Gaia.com menerbitkan video yang diduga memperlihatkan penggalian dan pemeriksaan mumi yang memiliki tiga jari berukuran panjang di Nazca, Peru.

Keterangan mengenai video tersebut :

"Pada musim semi tahun 2017, pembuat film Gaia bergabung dengan peneliti dan ilmuwan di luar Nazca, Peru untuk mengidentifikasi tubuh mumi yang digali. Ilmuwan dan Universitas independen saat ini sedang menganalisis temuan, dengan pemeriksaan awal menunjukkan kemungkinan bahan yang tidak seperti apa yang ditemukan dalam catatan fosil."

"Mungkinkah ini manusia primitif dengan kelainan bentuk, atau bukti tak terbantahkan bahwa spesies bukan-manusia itu ada ?."


Situs Disclose.tv melaporkan berita itu dengan judul "New Alien Mummy Discovered in Peru Near Nazca Lines."

Ilmuwan forensik José de Jésus Zalce Benitez, dapat terlihat dalam video dan mengambil bagian dalam proyek Gaia Nazca, serta mengklaim bahwa mumi tiga jari "membuat kita berpikir bahwa ini bukan milik spesies manusia".


Namun, sampai saat ini, tidak ada bukti yang secara jelas membuktikan keberadaan makhluk asing (alien) dan penemuan "alien" yang tak terhitung jumlahnya, pada akhirnya terbukti menjadi sebuah tipuan (hoax) atau memiliki penjelasan yang jauh lebih bisa.

Sebagai contoh, pada tahun 2015, jurnalis Jaime Maussan, melaporkan tubuh mumi yang diduga alien, tetapi pemeriksaan selanjutnya mengungkapkan itu menunjukkan mumi dari anak manusia.

Atau penemuan dugaan alien mini di sebuah kota pertambangan di gurun Atacama yang kemudian terungkap bahwa itu adalah gadis yang memiliki kombinasi mutasi genetik.

Gaia.com, yang sebelumnya dikenal sebagai Gaiam TV, memiliki sejarah panjang dalam menyediakan platform untuk pseudo-sains tiruan dan palsu, teori konspirasi dan klaim paranormal.

Perusahaan ini mengenakan biaya $95.40 per tahun untuk akses tak terbatas ke video tentang tontonan jarak jauh, kontak dengan malaikat, penculikan alien, crop circles dan sejenisnya.

Pada tahun 2018, situs Live Science telah menemukan bahwa mumi ini mungkin merupakan kombinasi dari rampasan mumi dan manipulasi dari mumi bagian tubuh manusia yang nyata.

Profesor antropologi di University of Western Ontario, mengatakan salah satu mumi "terlihat seperti mumi khas Nazca, dalam posisi duduk yang tertekuk."

"Anehnya, tangan dan kaki pada mumi ini, dan mungkin pada bagian yang lain, mungkin juga merupakan bagian dari mumi manusia asli yang telah dimanipulasi oleh para pemalsu, lapisan putih ditambahkan setelahnya untuk menyembunyikan manipulasi."

Sejumlah peneliti lain juga percaya bahwa bagian mumi manusia asli digunakan untuk membuat mumi palsu ini.


Sejumlah peneliti mumi Peru telah mengeluarkan pernyataan yang mengecam praktik tersebut dengan mengatakan bahwa itu "telah melanggar banyak norma nasional dan internasional".

Salah satu peneliti yang menandatangai pernyataan itu mengatakan kepada Live Science bahwa :

"Saya sangat muak bahwa seseorang akan [berani] merendahkan manusia dari tubuh manusia yang telah mati. Anda tidak dapat mengambil kondisi manusia menjadi manusia."

Menurut Jose Jaime Maussan Flota, jurnalis yang bekerja bersama para peneliti yang mempelajari mumi ini, anggota tim membayar sejumlah uang (tidak dapat disebutkan jumlahnya) kepada Mario untuk melihat, mengambil sampel, dan melakukan rontgen serta CT scan pada mumi tersebut.


Mumi itu diduga ditemukan pada tahun 2015 oleh perampok makam yang bekerja di wilayah Nazca, pemburu harta karun arkeologis dari kota Palpa.

Thierry Jamin, presiden dari institut Inkari-Cusco, yang juga terlibat dengan penelitian terhadap mumi, menunjuk kelompok penjarah ini sebagai Mario.

"Mario adalah pemburu harta karun. Dia penjahat, yang terkenal dengan layanan polisi di wilayah Nazca. Kelompoknya telah menjarah situs arkeologi di pantai Peru selama lebih dari 20 tahun. Dan keadilan tidak banyak membantu untuk menghentikannya."

Sementara mumi tiga jari ini jelas tampak palsu, para ilmuwan telah menemukan banyak sisa-sisa mumi di Peru, termasuk dari kuburan yang digali di dekat lokali Tenahaha, yang telah ada sekitar 1.200 tahun yang lalu.

Dan sementara beberapa mumi di Peru telah ditemukan oleh para ilmuwan, mumi yang lain, seperti yang mungkin digunakan untuk membuat mumi "alien" ini, telah dicuri oleh para penjarah yang diketahui merampok makam-makam Peru kuno sebelum para arkeolog mampu menggalinya secara ilmiah.

(Sumber : Did Researchers Find a Mummified, Three-fingered Alien in Nazca, Peru, These 'Alien' Mummies Appear to Be a Mix of Looted Body Parts)

1 komentar: