Kamis, 27 Juni 2019

Para ilmuwan merekam cumi-cumi raksasa untuk pertama kalinya di Amerika Serikat


Berada 100 mil di lepas pantai New Orleans, tim ilmuwan telah membuat penemuan luar biasa dengan kembali merekam cumi-cumi raksasa yang sulit ditangkap.

Para peneliti dengan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengumumkan penemuan itu di postingan blog akhir pekan lalu.

Rekaman itu menunjukkan cumi-cumi raksasa yang muncul dari kegelapan untuk melilitkan tentakelnya di sekitar umpan e-jelly.

Cumi-cumi itu kemudian dengan cepat mundur setelah menyadari bahwa umpan itu sebenarnya tidak dapat dimakan.

Penampakan dan video itu direkam oleh sistem kamera yang disebut Medusa, yang memiliki cincin lampu cahaya LED menyeupai ubur-ubur bercahaya yang menarik perhatian cumi-cumi.

Rekaman pertama yang diketahui dari seekor cumi-cumi raksasa hidup ditangkap oleh para peneliti di tahun 2006.

Tim peneliti menghabiskan waktu dua minggu sebelum untuk memeriksa area dalam Teluk Meksiko untuk membuka rahasia kehidupan di dunia tanpa cahaya.

Saat menganalisis data cuplikan film dari penyebaran kelima Medusa stealth camera system, peneliti Nathan Robinson melihat sesuatu yang aneh di sudut layar.

Tim mengumumkan bahwa itu terbukti menjadi satu set tangan dan tentakel sangat besar yang datang untuk menyerang e-jelly.

Ilmuwan NOAA, Sönke Johnsen dan Edie Widder, menulis bahwa : "Orang-orang dengan cepat berkumpul. Kami segera tahu bahwa itu adalah cumi-cumi."

"Itu juga besar, tetapi karena itu datang langsung ke arah kamera, tidak mungkin untuk mengetahui secara pasti seberapa besar (cumi-cumi itu). Tapi (itu) besar - setidaknya panjangnya 3 sampai 3,7 meter."


Setelah mereferensikan buku-buku tentang identifikasi cumi, tim tersebut memperkirakan bahwa mereka telah melihat sekilas seekor cumi-cumi raksasa remaja.

Penemuan ini menambah wawasan yang menarik untuk perilaku binatang air yang sangat sulit dipahami.

Para peneliti menambahkan :

"Kami menemukan cumi-cumi itu setelah hanya memasangkan lima Medusa, terlepas dari kenyataan bahwa ribuan ROV dan penyelam di Teluk Meksiko belum melakukannya.

"Ini menunjukkan bahwa binatang itu tidak menyukai cahaya terang ROV dan bahwa pemantau tersembunyi dari jenis yang tepat dengan Medusa dapat memungkinkan kita untuk melihat apa yang belum pernah dilihat sebelumnya."

Cumi-cumi raksasa diketahui telah lama menginspirasi legenda monster laut.

Dan meskipun terkenal karena ada legenda yang cukup menakutkan bahwa cumi-cumi raksasa memakan manusia dan tentakelnya dapat menghancurkan kapal, para peneliti percaya bahwa cumi-cumi bukanlah monster kraken menakutkan seperti yang kita pikirkan.

Tim mengatakan :

"Yang paling penting, kami tidak menemukan seekor monster. Cumi-cumi raksasa itu besar dan tentu saja tidak biasa dari sudut pandang manusia, tetapi jika video tersebut menunjukkan karakter binatang itu, itu menunjukkan seekor binatang yang terkejut oleh kesalahannya, mundur setelah menyerang sesuatu yang pada awalnya terlihat menarik tetapi jelas (itu) bukan makanan."

Misi penelitian The Journey into Midnight dipimpin oleh Sönke Johnsen dari Duke University dan didukung oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Para peneliti memulai misi ini untuk mempelajari cahaya dan cahaya di bawah zona twilight di mana cahaya tidak dapat menembus.

Bracken dan Grissom, yang merupakan salah satu di antara tim peneliti yang berkumpul di sekitar monitor saat tentakel pertama kali terlihat, bersama dengan anggota Crustaceans Genomics dan Systematics Lab, selalu memburu sumber-sumber bioluminensi baru dan berusaha lebih untuk memahami bagaimana binatang bertahan hidup di kedalaman paling gelap di samudera.

(Sumber : Scientists capture film of 12FT-long giant squid swimming for first time in US)

2 komentar: