Sabtu, 20 April 2019

Bangkai Zuiyo-maru


Zuiyo-maru (Nyū Nesshii, "New Nessie") adalah bangkai hiu penjemur yang ditangkap oleh nelayan pukat Jepang Zuiyō Maru di lepas pantai Selandia Baru pada tahun 1977.

Zuiyo-maru memicu spekulasi tentang kemungkinan bahwa bangkai berasal dari ular laut atau plesiosaurus prasejarah.

  • Penemuan

  • Pada 25 April 1977, nelayan pukat Zuiyō Maru berlayar ke timur Christchurch, Selandia baru, dan menangkap makhluk aneh tak dikenal di pukat mereka.

    Kru kapal yakin itu adalah binatang yang tidak dikenal. Meskipun ini berpotensi sebagai penemuan penting, kapten Akira Tanaka memutuskan untuk membuang bangkai itu kembali ke laut sehingga tidak merusak ikan yang telah ditangkap.

    Sebelum dibuang, beberapa foto dan sketsa makhluk itu sempat diambil, yang oleh kru kapal juluki sebagai "Nessie".

    Pengukuran diambil dan beberapa sampel kerangka, kulit dan sirip dikumpulkan untuk dianalisis lebih lanjut oleh para ahli di Jepang.


    Penemuan ini menghasilkan kegemparan besar dan "kegilaan plesiosaurus" di Jepang, dan perusahan perkapalan memerintahkan semua kapalnya untuk mencoba menemukan mayat yang telah dibuang tersebut, tetapi usaha itu tidak berhasil.

  • Deskripsi Zuiyo-maru

  • Bangkai berbau busuk ini dilaporkan memiliki berat 1.800 kg dan panjang 10 meter. Menurut kru, makhluk itu memiliki leher sepanjanng 1,5 meter, empat sirip besar berwarna kemerahan dan ekor sepanjang 2 meter. Tidak ada organ internal yang tersisa, namun daging dan lemaknya agak utuh.


  • Penjelasan yang diajukan (Plesiosaurus dan Hiu Penjemur)

  • *) Plesiosaurus

    Profesor Tokio Shikama dari Yokohama National University percaya bahwa bangkai itu adalah plesiosaurus yang telah punah.

    Dr. Fujiro Yasuda dari Tokyo University of Marine Science and Technology setuju dengan Shikama, "foto-foto tersebut menunjukkan sisa-sisa binatang prasejarah."

    Namun, para ilmwan lain lebih skeptis.

    Menurut Bengt Sjögren, ahli paleontologi Swedia Hans-Christian Bjerring segera diwawancarai oleh kantor berita Swedia, Tidningarnas Telegrambyrå, dan mengatakan :

    "Jika benar bahwa Jepang mengumpulkan sampel sirip dan kulit, akan mungkin untuk menyimpulkan dari mikroskop. Jika itu akan terbukti sebagai binatang yang sampai sekarang tidak diketahui dari laut, itu sama besarnya dengan sensasi penemuan coelacanth pada 1938... tetapi ada alasan untuk curiga terhadap klaim plesiosaurus, misalnya, karena lingkungan laut dan fauna telah berubah secara drastis sejak zaman plesiosaurus di Bumi."

    Ilmuwan Swedia lain, Ove Persson, juga kritis terhadap tafsiran seekor plesiosaurus.

    Dia mengingat penemuan lain dari makhluk laut mati serupa yang menyerupai plesiosaurus, yang pada pemeriksaan lebih dekat, mengungkapkan itu hanya hiu besar tidak biasa yang telah membusuk.

    Dia menambahkan : "Penemuan coelacanth tidak seaneh jika plesiosaurus akan ditemukan. Plesiosaurus jauh lebih besar dan bernafas dengan baru-baru. Tampaknya luar biasa bahwa ia berhasil tetap tersembunyi."

    *) Hiu Penjemur

    Sebuah tim ilmuwan Jepang, Tadayoshi Sasaki dan Shigeru Kimura dari Tokyo University of Marine Science and Technology, Ikuo Obata dari National Museum of Nature and Science, dan Toshio Ikuya dari Atmosphere and Ocean Research Institute at the University of Tokyo, bersama-sama menyimpulkan bahwa bangkai itu kemungkinan besar adalah hiu besar, meskipun identitasnya tidak dapat ditentukan dengan pasti.


    Pada 28 Juli 1977, bangkai Zuiyō Maru dikomentari di majalah sains internasional, New Scientist.

    Ilmuwan dari Natural History Museum di London, memiliki pendapat yang sama dengan Bjerring dan Persson bahwa bangkai itu bukan dari plesioasurus.

    Pola dekomposisi hiu penjemur menghasilkan bentuk yang mirip dengan plesiosaurus :

    "Bagian pertama yang lepas saat dekomposisi adalah rahang bawah, daerah insang, sirip punggung dan sirip ekor.

    Dari pandangan bahwa bangkai itu dijelaskan sebagai plesiosaurus, Sjögren menyimpulkan :

    "Itu adalah 'Stronsay Beast' terkenal yang sekali lagi menghantui seperti pada kesempatan lain yang tak terhitung banyaknya. Para sarjana di Jepang masuk ke perangkap yang sama mudahnya dengan para naturalis Skotlandia lakukan pada abad ke-19."


    Meskipun beberapa ilmuwan bersikeras bahwa itu bukan "ikan, paus, atau mamalia lain", analisa berikutnya menunjukkan itu kemungkinan besar adalah bangkai hiu penjemur, dengan membandingkan jumlah set asam amino dalam jaringan otot.

    Bangkai hiu penjemur yang telah kehilangan sebagian besar kepala bagian bawah, sirip punggung dan sirip ekor, membuat penampilannya tersebut menyerupai plesiosaurus.

    (Sumber : Zuiyo-maru carcass)

    2 komentar: