Kamis, 20 September 2018

Misteri Atmospheric Beasts


Atmospheric Beasts adalah monster terbang aneh yang berasal dari ufologi, cryptozoology dan astrobiology.

Menurut laporan saksi mata, Atmospheric Beasts adalah sesuatu yang tampak seperti makhluk hidup, tetapi melanggar semua aturan yang biasa diterapkan pada makhluk hidup.

Mereka terbang tanpa membutuhkan sayap, dan tubuh mereka semi-padat, seringkali sebagian tidak terlihat.


Banyak penampakan Atmospheric Beasts awalnya diklasifikasikan sebagai laporan UFO yang sangat tidak biasa (dalam UFO didefinisikan sebagai pesawat luar angkasa alien atau mesin dari berbagai jenis lain, bukan dalam arti teknis sebagai UFO).

Penulis Bigfoot, Ivan T. Sanderson, mengabadikan seluruh buku pada teori bahwa banyak UFO sebenarnya adalah binatang dengan kepadatan sangat rendah yang berasal dari awan.


Salah satu Atmospheric Beasts paling terkenal adalah Crawfordsville Monster, menampakkan diri di Indiana pada tahun 1891, yang oleh beberapa peneliti digolongkan sebagai naga.

Bagi mereka yang percaya pada teori berdasarkan cryptozoology, Atmospheric Beasts adalah makhluk ringan dan sangat rapuh yang berasal dari Bumi, atau alien yang berasal dari tempat lain.


Jika pandangan terakhir diambil, Atmospheric Beasts terkadang dianggap berasal dari atmosfer planet lain, tetapi mereka juga dapat dianggap berasal dari awan gas antar bintang sehingga mereka, pada dasarnya, alien tanpa planet asli, yang mampu "berenang" melalui luar angkasa.


Mereka yang percaya umumnya menganggap Atmospheric Beasts sebagai makhluk non-intelligent (tidak cerdas), sehingga jika makhluk-makhluk ini berasal dari suatu tempat selain Bumi, mereka tetap tidak dianggap sebagai makhluk luar angkasa yang pandai, mereka hanyalah binatang.

Dalam berbagai catatan saksi mata, Atmospheric Beasts dapat mengubah kepadatan mereka, menjadi lebih kecil, memiliki massa lebih keras yang biasanya berwarna metalik, atau mereka dapat menjadi lebih besar dan seperti awan, bahkan sampai ke titik di mana mereka tembus pandang. Dalam beberapa laporan, mereka mungkin berkilau.


Mereka yang percaya berpikir bahwa Atmospheric Beasts mungkin mirip dengan paus dan terkadang disebut air whales (paus udara) atau cloud beasts (makhluk awan).


Orang-orang ini berpikir bahwa habitat alami Atmospheric Beasts berada tinggi di udara dan makhluk-makhluk ini mungkin akan mati jika menyentuh tanah.

Atmospheric Beasts menyerupai awan dalam tingkah lakunya meskipun dianggap mustahil untuk disebut awan nyata, seperti dapat menyemprotkan aliran air horizontal kepada orang melalui "bibir" atau terlalu gemuk untuk bergerak gesit dan membuat saksi mata untuk percaya itu hanya sebuah kabut.

Jenis Atmospheric Beasts yang lebih padat mungkin memiliki mulut, mata, sirip, dan ciri lain, tetapi bagian-bagian tubuh ini umumnya disusun dan dibentuk dengan cara yang tampak benar-benar asing, lebih seperti tubuh invertebrata laut daripada binatang yang biasa kita lihat sehari-hari.


Dikatakan bahwa ketika Atmospheric Beasts mati, mereka jauh ke Bumi sebagai massa yang mungkin menyerupai jeli atau agar-agar berwarna hijau, ungu, abu-abu, atau warna-warni yang menguap menjadi tidak ada (menghilang) dalam hitungan menit, jam, atau paling lama, selama beberapa hari.

Peristiwa di atas seharusnya menjelaskan kejadian anomali, pwdre ser atau star jelly, yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa waktu, sebelum mereka memutuskan bahwa pwdre ser itu tidak ada.

Pwdre ser adalah bahasa Welsh untuk "membusuk dari bintang-bintang", fenomena ini juga dikenal sebagai gelatinous meteorites atau star jelly, dan laporannya berasal dari seluruh dunia, tidak hanya dari Wales.


Gelatinous meteorites tidak selalu berhubungan dengan teori atmospheric beast, mereka sebenarnya lebih mudah ditemukan di antara koleksi fenomena Forteana yang mencangkup laporan berbagai hal aneh yang jatuh dari langit.

Atmospheric beasts atau sesuatu yang terdengar seperti mereka, adalah karakter minor dalam cerita rayat banyak wilayah. Mereka pun sering diberi nama lokal.

Variasi bahasa Inggris sering menamainya "Boneless" (tak bertulang) atau "Shapeless" (tak berbentuk) dan menyerupai bagian kecil dari kabut hidup. Tidak seperti kabut biasa, karakter ini bisa dirasakan sebagai massa semi-padat.


Seorang polisi juga menggambarkan pertemuannya dengan makhluk itu saat dia sedang bersepeda. Sesuatu itu terasa seperti selimut lembut dan berbau jamur. Setelah makhluk itu mengusapnya, makhluk itu pergi dengan cara melayang.

Itu adalah salah satu pengalaman paling mengerikan yang pernah dia alami, dan dia yakin bahwa sesuatu itu adalah makhluk hidup.

Di Shetland Islands, Atmospheric beasts dikenal sebagai "It" dan dikatakan sebagai semacam "cloud animals" (binatang awan).

Sama seperti kehidupan di laut yang sering tersembunyi dari pandangan manusia, diperkirakan bahwa awan membentuk "lautan atmosfer yang sangat luas di atas kita", dan bahwa "It" hanyalah binatang asli dari awan tersebut.


Mereka yang melaporkan tersentuh secara fisik oleh atmospheric beasts, sering mengatakan bahwa mereka merasa seolah-olah dijilati oleh lidah lembut yang sangat besar.

Pada dekade-dekade berikutnya di abad ke-20, teori atmospheric beasts menjadi hampir terlupakan. Penyelidik yang serius biasanya menjauh dari teori ini.

Tetapi, setelah itu, minat terhadap atmospheric beasts mulai berkembang, terutama karena teori itu sekarang tampak lebih masuk akal, setelah penemuan binatang yang terkait degan cryptid baru baru ini, yaitu air rods.

Awan yang terlihat seperti ubur-ubur raksasa di Abilene Texas, 4 Juni 2013

Orang-orang mulai memeriksa laporan berusia tua dari berbagai macam hal yang tidak dapat dijelaskan, lalu tempat di mana atmospheric beasts sering mengintai, dan mereka juga memeriksa ulang beberapa laporan UFO paling aneh, yang terkadang sangat mirip dengan saksi mata yang sebenarnya menggambarkan atmospheric beasts.


Karena penampakan atmospheric beasts jarang terjadi dan makhluk-makhluk ini tidak memiliki banyak kepentingan dan tidak terkenal dalam cerita rakyat, beberapa penulis yang terinspirasi oleh konsep dan fiksi yang melibatkan atmospheric beasts juga mejadi langka.

Atmospheric beasts dalam film

Dogora adalah film tentang atmospheric beasts yang harus mengkonsumsi karbon dan mengancam peradaban manusia.


Space Amoeba adalah film tentang atmospheric beasts asli Jupiter yang menumpang ke Bumi dan kemudian mengubah binatang normal di Bumi menjadi monster raksasa.


Film Amerika The Blob terkadang dikutip sebagai film atmospheric beasts, meskipun hubungan keduanya tidak terlalu kuat.


The Blob diduga berhubungan (tidak terlalu kuat) berdasarkan legenda pwdre ser atau star jelly, tetapi dalam film ini, atmospheric beasts tidak mati ketika bersentuhan dengan tanah, sebaliknya, mereka bepergian, tumbuh dan mengkonsumsi di tanah.

Acara televisi Star Trek: The Next Generation terkadang memiliki hal-hal seperti atmospheric beasts yang berasal dari luar angkasa, bukan atmosfer planet tertentu, tetapi makhluk-makhluk ini tidak pernah tampil sangat menonjol.

(Sumber : cryptidz.wikia)

1 komentar: