Sabtu, 19 Mei 2018

Legenda Siwil


Siwil (juga dikenal sebagai Owil, Si Wil, atau Wil) dikatakan sebagai makhluk humanoid liar atau manusia kerdil yang hidup di hutan Jawa.

Namanya sendiri berasal dari kata Jawa “sak cuil” atau “secuil” (sepotong kecil) yang berarti "orang yang secuil atau orang kecil".

Orang-orang kecil ini biasanya dilaporkan di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Jember, Jawa Timur dan lokasi-lokasi sekitar yang berdekatan.

Siwil mungkin mirip dengan humanoid kecil lain yang hidup di Indonesia, seperti Orang Pendek, Orang Mawas, Tirau, Ebu Gogo, dan Ine Weu & Poti Wolo.

Tinggi Siwil dilaporkan di bawah satu meter, telanjang, memiliki tubuh yang sedikit berbulu dengan rambut panjang yang sering mencapai bahu dan melakukan perjalanan secara berkelompok.


Siwil sering dilaporkan berada di dekat sumber air, mencari ikan, udang, dan kepiting yang merupakan makanan favorit mereka.

Mereka juga dilaporkan memiliki kemampuan membuat peralatan sederhana, seperti tombak dan tas kecil untuk membawa makanan mereka.


Ketika bertemu manusia, mereka akan lari ke hutan dengan kecepatan tinggi, dan juga memiliki kemampuan melompat yang tinggi dan panjang untuk melarikan diri dari pandangan manusia.


Herry Budi Ermawan, anggota DPRD, mengatakan bahwa dia telah melihat jejak Siwil dua kali. Dia juga menemui orang-orang kecil ini ketika akan pergi memancing.

Dia melihat 5 dari mereka memancing di sungai dengan peralatan kecil seperti tombak. Mereka kemudian lari ketika melihat kehadiran Herry. Seminggu kemudian, dia kembali ke lokasi dengan membawa kamera.

Dari jarak sekitar 10 meter, dia memotret 5 foto dari Siwil. Anehnya, ketika foto itu diproses, hanya latar belakang yang terlihat, tanpa adanya jejak para kurcaci.

Tim Jejak-Jejak Misterius melakukan ekspedisi untuk menemukan Siwil pada tahun 2011.

Anang Ritarno, seorang pecinta alam, mengatakan bahwa dia telah melihat beberapa jejak yang hanya sepanjang korek api dengan panjang ibu jari hanya 1 cm.

Jejak-jejak itu ditemukan di dekat muara Pantai Nanggelan, sebelah barat Taman Nasional Meru Betiri.


Anang sendiri mengatakan telah melihat makhluk itu dua kali, pada tahun 1984 dan tahun 1999.

Salah satunya terjadi di antara pantai Nanggelan dan pantai Sukamade. Dia melihat 8 kurcaci menikmati udang dari jarak 15 meter. Kurcaci itu memiliki panjang rambut sebahu, setinggi 60 sampai 70 cm, telanjang, tetapi berjalan tegak seperti manusia normal. Ketika mereka melihat kehadiran Anang, mereka melesat lari ke hutan.


Miskarim, penjaga hutan Meru Beriti, mengatakan bahwa dalam penampilan, mereka mirip manusia, dan dapat melompat dengan tinggi dan panjang ketika melintasi medan berbatu di sungai-sungai.

Secara onomatope dia mengatakan suaranya sebagai “au-au-au” (menyamakan suaranya untuk monyet atau manusia primitif yang terlihat di TV).

Ketika menyelidiki pantai dekat Bande Alim, tim Jejak-Jejak Misterius berhasil merekam makhluk-makhluk ini dalam video. Ketika menghadap ke sisi selatan hutan, di mana tepi bertemu dengan pantai, tiga makhluk mirip manusia kecil terlihat berlari ke dalam hutan.


Salah satu dari mereka terlihat membawa tas seperti jala atau sebuah tombak.



Deskripsi Siwil lebih mirip manusia daripada humanoid pendek lainnya di Indonesia.

Sebagai perbandingan, penampilan Orang Pendek mirip dengan gorila bipedal pendek, sementara penampilan Ebu Gogo, dan Ine Weu & Poti Wolo mirip dengan orangutan.

Siwil dapat membuat alat sederhana dan hidup dalam sebuah kelompok, menunjukkan kecerdasan yang lebih tinggi daripada humanoid lainnya. Mereka mungkin mirip dengan suku Mante yang berasal dari Aceh.

Dapat disimpulkan bahwa Siwil lebih dekat dengan manusia modern daripada dengan binatang.

(Sumber : cryptidz.wikia, Jejak-Jejak Misterius)

1 komentar: