Sabtu, 07 April 2018

Misteri alien Atacama terungkap


Penemuan humanoid berukuran enam inci di sebuah kota pertambangan di gurun Atacama sekitar 15 tahun yang lalu, telah memunculkan spekulasi bahwa itu adalah bukti kehidupan asing di bumi.

Humanoid Ata ditemukan pada tahun 2003 di La Noria (kota pertambangan nitrat tua) dan dilaporkan terbungkus kain putih yang diikat dengan pita ungu.

Spesimen mumi itu berukuran enam inci, kepala berbentuk kerucut yang memanjang, rongga mata miring, hanya memiliki 10 pasang iga (manusia memiliki 12 pasang iga), dan tulangnya memiliki beberapa ciri dari anak berusia enam hingga delapan tahun.


Awalnya spesimen itu dianggap kuno, tetapi analisis pada tahun 2012 membuktikan bahwa itu hanya berumur sekitar 40 tahun, sehingga DNA-nya akan tetap utuh dan dapat diambil untuk dipelajari.

Setelah diberitahu tentang film dokumenter "Atacama Humanoid", penemuan itu menarik perhatian Garry Nolan, seorang profesor mikrobiologi dan imunologi di Stanford University, California, yang menawarkan diri untuk mempelajari spesimennya.

Pada awalnya 8% DNA itu tidak cocok dengan DNA manusia. Peneliti menentukan bahwa ini terjadi karena sampel yang terdegradasi. Setelah analisis itu ditingkatkan, hasilnya cocok hingga 98%.

Nolan dan rekan-rekannya di University of California di San Fransisco kini telah mempublikasikan hasil analisis mereka tentang susunan genetik Ata yang lengkap.

Dari DNA yang diambil dari tulang, mereka menemukan bahwa Ata adalah seorang gadis yang membawa mutasi setidaknya tujuh gen, yang diketahui menyebabkan kelainan tulang, Skoliosis dan Skeletal Dysplasia, yang dikenal sebagai dwarfisme.

Kombinasi mutasi genetik itu menjelaskan penampilan Ata, tetapi jumlah semua mutasi yang hadir dalam spesimen yang sama, mengejutkan para ilmuwan.


"Itu langka. Sepengahuan kami, tidak ada yang pernah menjelaskan semua gejala ini pada pasien sebelumnya, dan perubahan dalam DNA, atau mutasi, yang mencerminkan hal ini."

"Spesimen itu ditemukan di sebuah kota dengan tambang nitrat yang telah ditinggalkan, dan paparan nitrat mungkin telah menyebabkan mutasi terjadi. Tapi ini hanya spekulasi."

Ata mungkin memiliki kondisi yang disebut hernia diafragma bawaan, kondisi cacat lahir yang mengancam kehidupannya, di mana diafragma tidak berkembang dengan baik. Analisis lebih lanjut menemukan bahwa DNA Ata sangat mirip dengan DNA orang Chili lainnya.

Nolan percaya bahwa Ata lahir dalam keadaan mati atau mati segera setelah kelahirannya, mungkin 40 tahun sebelum mayatnya ditemukan.

"Dia sangat cacat sehingga tidak bisa makan. Dalam kondisinya, dia akan berakhir di NICU (unit perawatan intensif dalam perawatan bayi yang sakit atau bayi prematur), tetapi mengingat di mana spesimen itu ditemukan, hal-hal seperti itu tidak tersedia."

"Meskipun ini dimulai sebagai kisah tentang alien, dan menjadi internasional, ini benar-benar kisah tragedi manusia. Seorang wanita memiliki bayi yang cacat, diawetkan, dan kemudian dijual sebagai artefak yang aneh. Ternyata itu adalah manusia, dengan kisah genetis yang memukau di mana kita dapat belajar sesuatu yang penting untuk membantu orang lain. Semoga dia beristirahat dengan tenang."

(Sumber : theguardian.com, edition.cnn.com)

1 komentar:

  1. berita yang menarik ,kunjungi juga blog saya di http://syains1.blogspot.com/

    BalasHapus