Senin, 02 April 2018

Legenda Naga


Naga adalah makhluk legendaris berwujud reptil berukuran raksasa yang muncul dalam berbagai kebudayaan di dunia.

Dua tradisi budaya naga yang paling terkenal adalah naga Eropa dan naga Cina.

Naga Eropa berasal dari tradisi rakyat Eropa, dan pada akhirnya menjadi terkait dengan Balkan (nama historis dan geografis yang digunakan untuk menggambarkan Eropa bagian tenggara) dan mitologi Asia Barat.

Naga Eropa sebagian besar digambarkan sebagai makhluk reptil dengan kecerdasan tingkat binatang, dan memiliki empat kaki dan sepasang sayap yang terpisah.

Naga Cina kebanyakan digambarkan sebagai makhluk menyerupai ular dengan kecerdasan di atas rata-rata, berkaki empat namun tanpa sayap.

Kedua tradisi tersebut mungkin telah berevolusi secara terpisah, namun telah mempengaruhi satu sama lain sampai batas tertentu, terutama dengan kontak lintas budaya beberapa abad terakhir ini.

Kata Inggris dragon (naga) dan kata Latin draco, berasal dari bahasa Yunani (drákōn), berarti "naga, ular berukuran besar, ular-air".

Kata dragon memasuki bahasa Inggris pada awal abad ke-13 dari bahasa Prancis kuno dragon, yang datang dari bahasa Latin draconem (draco) yang berarti "ular besar, naga", dan dari bahasa Yunani, drakon (drakontos) berarti "ular, ikan laut raksasa".

Istilah Yunani dan Latin merujuk kepada ular besar apa saja, tidak harus mitologis, dan penggunaan ini juga berlaku dalam bahasa Inggris sampai abad ke-18.

Seekor naga adalah representasi mitologis seekor reptil.

Di zaman purbakala, naga kebanyakan dianggap sebagai ular. Namun, sejak Abad Pertengahan, sudah menjadi hal umum untuk menggambarkan naga dengan kaki, menyerupai seekor kadal.

Naga di zaman modern biasanya ditampilkan dengan tubuh seperti kadal besar, atau ular dengan dua pasang kaki jenis kadal, dan mampu mengeluarkan api dari mulutnya.

Naga Eropa memiliki sayap seperti kelelawar yang tumbuh di punggungnya.

Seekor makhluk mirip naga dengan sayap namun hanya memiliki sepasang kaki, dikenal sebagai wyvern.

Ada kecenderungan modern untuk menggambarkan naga dengan kaki belakang saja, dan menggunakan sayap mereka sebagai kaki depan, seperti yang pterosaurus lakukan.

Contoh dari naga tersebut adalah seperti naga Smaug dalam film The Hobbit.


Kisah seorang pahlawan yang membunuh seekor monster raksasa terjadi hampir di setiap mitologi Agama Proto-Indo-Eropa (agama yang diduga dianut oleh bangsa Proto-Indo-Eropa berdasarkan adanya kemiripan di antara dewa-dewa, praktik keagamaan, dan mitologi).

Dalam kebanyakan cerita, pahlawan tersebut adalah semacam dewa guntur (Thunder God). Seperti contohnya, Indra menurut Rigveda membunuh ular Vritra, Zeus menurut Hesiod's Theogony membunuh ular Typhon, dan Thor menurut Eddas membunuh ular Midgard.

Indra melawan Vritra

Zeus melawan Typhon

Thor melawan ular laut Midgard

Dalam hampir setiap perulangan ceritanya, ular itu digambarkan berkepala dua atau "berlipat ganda".

Hidra yang dibunuh oleh Heracles memiliki sembilan kepala, Hesoid menggambarkan Typhon memiliki seratus kepala, dan Vritra juga digambarkan memiliki banyak kepala.

Heracles melawan Hidra

Di hampir setiap cerita, ular selalu diasosiasikan dengan air. Hidra dikatakan berada di rawa-rawa Lerna, sebagaimana nama hidra sendiri berarti "air".

Ular Midgard dikatakan tinggal di lautan di sekitar Midgard, dan Vritra muncul sebagai naga yang menghalangi jalannya sungai.

Tema cerita rakyat naga dari naga yang menjaga emas mungkin berasal dari adat istiadat pada Awal Zaman Perunggu ketika diperkenalkannya ular ke lumbung milik penduduk desa untuk menjaga dan mencegah lumbung tersebut dari serangan tikus.

Meskipun naga dapat ditemukan di banyak legenda di seluruh dunia, setiap budaya yang berbeda memiliki berbagai variasi cerita tentang monster yang dikelompokkan bersama di bawah label naga.

Beberapa naga dikatakan bernafas api atau beracun, seperti dalam puisi Inggris kuno Beowulf.

Mereka umumnya digambarkan sebagai makhluk menyerupai ular atau reptil, yang menetas dari telur, dan memiliki tubuh bersisik atau berbulu. Mereka juga terkadang digambarkan sebagai penimbun harta karun.


Beberapa mitos menggambarkan naga dengan sederet duri di punggungnya. Naga Eropa lebih sering digambarkan memiliki sayap, sementara naga Cina menyerupai ular besar.

Ketika sampai pada literatur Eropa awal, naga dapat memiliki jumlah kaki yang bervariasi, dari yang tidak memiliki kaki sama sekali, lalu berkaki dua, empat, atau lebih.

Naga sering dianggap memiliki makna spiritual utama di berbagai agama dan budaya di seluruh dunia.

Di banyak budaya Asia, naga dipuja sebagai perwakilan kekuatan alam primitif, agama, dan alam semesta. Mereka terkait dengan kebijaksanaan, sering dikatakan lebih bijak daripada manusia, dan berumur panjang.

Mereka umumnya dikatakan memiliki semacam bentuk sihir atau kekuatan supranatual lainnya, dan seringkali dikaitkan dengan sumur, hujan, dan sungai.

Dalam beberapa budaya, naga dikatakan mampu berbicara dengan manusia, dan dalam beberapa tradisi, naga dikatakan telah mengajarkan manusia untuk berbicara.

Dalam The Olaus Magnus Map of Scandinavia (1539), terdapat banyak monster di Laut Utara dan Laut Norwegia, serta binatang bersayap, bipedal, binatang buas menyerupai naga 
di daratan utara Lapland. 


Naga Eropa

Naga Eropa ada dalam cerita rakyat dan mitologi di antara budaya Eropa yang saling tumpang tindih.

Naga tersebut umumnya digambarkan hidup di sungai, atau memiliki sarang bawah tanah atau gua.

Mereka biasanya digambarkan memiliki kulit yang keras atau berlapis baja, dan jarang terbang, meski sering digambarkan memiliki sayap.


Naga Yunani

Di Yunani kuno, "naga" pertama kali disebutkan berasal dari Iliad (Puisi oleh Homeros) di mana Agamemnon (pahlawan Yunani) digambarkan memiliki motif naga biru di sabuk pedangnya dan sebuah lambang naga berkepala tiga di baju besi yang menutupi dadanya.

Bagaimanapun, kata Yunani drákōn, drákontos, bisa juga berarti "ular".


Pada tahun 217 Masehi, Flavius Philostratus membahas naga di India dalam The Life of Apollonius of Tyana.

Menurut koleksi buku oleh Claudius Aelianus yang berjudul On Animals, Ethiopia dihuni oleh spesies naga yang berburu gajah dan dapat tumbuh hingga 180 kaki (55 meter) dengan umur yang menyaingi hewan yang paling abadi.

Naga Slavia

Dalam mitologi Slavia, kata "zmey", "zmiy" or "zmaj" digunakan untuk menggambarkan naga. Kata-kata ini adalah bentuk maskulin dari kata Slavia untuk "ular", yang biasanya feminin.

Di Rumania, ada sosok serupa yang berasal dari naga Slavia dan diberi nama zmeu.

Khususnya dalam cerita rakyat Polandia, Belarusia, dan juga cerita rakyat Slavia lainnya, naga disebut juga sebagai смок, цмок, atau smok.

Dalam cerita rakyat Slavia Selatan, hal yang sama juga disebut lamya (ламя, ламjа, lamja). Meski hampir mirip dengan naga Eropa lainnya, naga Slavia memiliki kekhasan tersendiri.

Naga Rusia biasanya memiliki kepala dalam kelipatan tiga. Beberapa memiliki kepala yang tumbuh kembali jika setiap kepala lain tidak terpotong.

Di Ukrania dan Rusia, makhluk seperti naga, Zmey Gorynych, memiliki tiga kepala dan meludah api.


Beberapa struktur prasejarah, terutama Serpent's Wall dekat Kiev, telah dikaitkan dengan naga.

Naga India

Pada awal agama Veda, Vritra (atau Vṛtra) "the enveloper" adalah naga atau "naga" (ular) atau mungkin makhluk mirip naga, personifikasi dari kekeringan dan musuh Indra.

Vritra juga dikenal dalam bahasa Veda sebagai Ahi ("ular"), dan dikatakan memiliki tiga kepala. Dalam mitologi Puraniac, dia kemudian dikenali dengan Asura (salah satu aspek dalam mitologi India (Hindu-Buddha)).

Dalam Life of Apollonius of Tyana oleh Flavius Philostratus, berisi desripsi detail yang panjang lebar tentang India ditempati oleh naga, namun ini tidak sesuai dngan kepercayaan India modern, dan kemungkinan tidak dengan kepercayaan India seperti pada zamannya, entah Apollonius menciptakan cerita ini, atau dia mempercayai orang lain yang memberitahunya tentang hal itu.

Naga Assam (india)

Di Assam, simbol naga digunakan dalam budaya Assam. Umumnya motif naga dibuat untuk tujuan keagamaan dan ditempatkan di sepanjang mukut di Naamghars.

Naga dengan tubuh singa ditempatkan di atas gerbang Naamghars, melambangkan bahwa mereka menjaga ghar. Simbol naga juga digunakan dalam pakaian. Naga seperti itu terukir di materai kerajaan Ahom Assam.


Naga Manipur (India)

Di Manipur, Pakhangba adalah burung naga mitologis dari Manipur yang berasal dari dewa kuno orang-orang Meitei sebelum Hinduisme di wilayah ini.

Naga itu adalah lambang heraldik tradisional dari negara Manipur.


Pakhangba adalah naga dengan tanduk rusa, biasanya memiliki tubuh ular, tapi di beberapa patung di Istana Kangla di Imphal, sosok itu diwakili dengan tubuh pendek, empat kaki yang kokoh, sehingga terlihat lebih seperti singa.


Naga Bhutan

Druk (Dzongkha), dikenal juga sebagai "Thunder Dragon", adalah salah satu simbol Nasional Bhutan. Dalam bahasa Dzongkha, Bhutan dikenal sebagai Druk Yul "Land of Druk", dan pemimpin Bhutan disebut Druk Gyalpo, "Thunder Dragon Kings".


Druk diadopsi sebagai lambang oleh silsilah Drukpa, yang berasal dari Tibet, dan kemudian menyebar ke Bhutan.

Naga Persia

Aži Dahaka adalah sumber kata Persia modern dari azhdahā atau ezhdehā, yang berarti "naga", yang sering dilukiskan di atas panji-panji perang.


Persia percaya bahwa bayi naga akan memiliki warna yang sama dengan mata ibu. Beberapa naga dan makhluk mirip naga lainnya, semuanya jahat, disebutkan dalam kita suci Zoroastrian.

Menurut Tradisi, naga itu memiliki tubuh yang sangat besar, wajah sangat menakutkan, mulut mereka lebar dengan banyak gigi, dan mata mereka bersinar terang.

Azhdahas adalah ular yang benar-benar normal, menurut Ajāyeb ul-Makhlooghāt, buku oleh Mohammad b. Mahmoud b. Ahmad-e Tusi, "ketika seekor ular hidup selama 100 tahun dan panjangnya menjadi 30 guz (nilai satu guz berkisar antara 24 sampai 41 inci dari waktu ke waktu), itu disebut azhdahā".

Dia juga menulis bahwa :

"Karena gangguan mereka terhadap makhluk lain, Tuhan pada akhirnya melempar mereka (ular itu) ke laut dan di sana, tubuh mereka terus bertambah, sehingga panjangnya menjadi lebih dari 10.000 guz. Kemudian di laut, mereka berevolusi menjadi memiliki dua sayap, seperti ikan, dan ombak laut terjadi karena pergerakan mereka. Memakan hati seekor Azhdahā membawa kegagahan dan keberanian. Kulit mereka cocok untuk menyembuhkan luka cinta, dan jika seseorang mengubur kepala Azhdaha di sebuah negeri, kondisi tanah itu akan menjadi lebih baik."

Dalam Shahnameh (karya sastra Iran Raya), naga muncul dalam sejumlah cerita. Sām, Rostam, Esfandiar, Eskandar, Bahram V (Gur) adalah beberapa nama pahlawan yang membunuh naga.

Naga Yahudi

Dalam teks-teks agama Yahudi, penyebutan pertama tentang makhluk mirip naga ada dalam karya Bibel Ayub, dan Yesaya, di mana itu disebut Nachash Bare'ach  atau "ular kutub".

Naga Asia Timur

Di Asia Timur, konsep naga sebagian besar muncul dalam bentuk tubuh memanjang, sesosok makhluk seperti naga yang dermawan dari cerita rakyat Cina.

Makhluk mirip naga lainnya adalah Nāga, yang lazim di beberapa negara Asia Tenggara dengan pengaruh langsung dari agama Veda.

Naga Cina

Di Cina, penggambaran naga dapat ditemukan dalam artefak dinasti Shang and Zhou dengan contoh-contoh yang berasal dari abad ke-16 Sebelum Masehi.


Arkeolog, Zhou Chong-Fa percaya bahwa kata Cina untuk naga adalah kata yang menunjukkan suara yang digambarkan seperti suara guntur.

Nama Cina untuk naga diucapkan lóng dalam bahasa Mandarin atau lùhng dalam bahasa Kanton.

Beberapa saat setelah abad ke-19 Masehi, Jepang mengadopsi naga Cina melalui penyebaran Agama Buddha atau Buddhisme.

Naga Cina adalah binatang dengan peringkat tertinggi dalam hierarki binatang Cina, yang sangat terkait pada suatu waktu dengan kaisar dan kekuatan, dan keagungan (burung mitos fenghuang, simbol dari permaisuri Cina) masih diakui dan dihormati.

Naga adalah satu-satunya makhluk mitologis dari 12 hewan yang mewakili kalender Cina. Tahun 2012 adalah tahun naga air Cina.

Naga Jepang

Naga Jepang menggabungkan legenda asli dengan cerita tentang naga yang berasal dari Cina, Korea dan India.


Seperti naga Asia lainnya, kebanyakan naga Jepang adalah dewa air yang dikaitkan dengan curah hujan, badan air, dan biasanya digambarkan sebagai makhluk besar, tanpa sayap, makhluk menyerupai ular dengan kaki bercakar, dan naga Jepang selalu dianggap memiliki tiga cakar.

Naga Vietnam

Naga Vietnam (rồng atau long) adalah makhluk simbolis dalam cerita rakyat dan mitologi Vietnam.

Menurut mitos penciptaan kuno, orang Vietnam berasal dari seekor naga dan peri.


Bagi orang Vietnam, naga adalah pembawa hujan, dan penting untuk pertanian. Naga mewakili kaisar, kemakmuran dan kekuatan bangsa.

Seperti naga Cina, naga Vietnam adalah simbol yang mewakili alam semesta, kehidupan, dan pertumbuhan.

Referensi tentang naga Vietnam sekarang menjadi langka, karena perubahan besar dalam sejarah yang menyertai sinisisasi dinasti Nguyễn.

Naga Islam

Dalam budaya Islam, naga timur dan naga barat hidup berdampingan sebagai jin.

Abu Yahya Zakariya' ibn Muhammad al-Qazwini atau Zakariya Qazvini adalah dokter Arab dan Persia, ahli astronomi, geografer, dan penulis fiksi ilmiah awal.


Dia menulis Marvels of Things Created and Miraculous Aspects of Things Existing. Di dalamnya, ia mengklaim telah melihat dua jenis jin naga dan mencatatnya.


Naga Kalimantan (Indonesia)

Naga dalam budaya Kalimantan, khususnya suku Dayak dan suku Banjar, Naga dianggap sebagai simbol alam bawah. Naga digambarkan hidup di dalam air atau tanah dan disebut sebagai Naga Lipat Bumi. Naga merupakan perwujudan dari Tambun yaitu makhluk yang hidup dalam air.

Menurut budaya Kalimantan, alam semesta merupakan perwujudan "Dwitunggal Semesta" yaitu alam atas yang dikuasai oleh Mahatala atau Pohotara, yang disimbolkan enggang gading (burung), sedangkan alam bawah dikuasai oleh Jata atau Juata yang disimbolkan sebagai naga (reptil). 


Alam atas bersifat panas (maskulin) sedangkan alam bawah bersifat dingin (feminin). Manusia hidup di antara keduanya.

Penampakan dan kasus hoax naga :

Pada Desember 2013, David Hart mengklaim telah menemukan naga atau lebih tepatnya apa yang tampak seperti janin seekor binatang jenis reptil bersayap yang diawetkan dalam toples berukuran 76 cm di garasinya di Sutton Courtenay, Oxfordshire.


Dia kemudian menunjukkannya kepada temannya, Allistair Mitchell, yang mengelola perusahaan pemasaran di Oxford.

Keduanya memberitahu media bahwa naga itu ditemukan dengan dokumen-dokumen yang menunjukkan bahwa itu telah ditawarkan ke Museum Sejarah Alam (Natural History Museum) pada akhir abad ke-19 oleh ilmuwan Jerman.

Menurut cerita mereka, kakek David Hart, yang dikatakan adalah seorang penjaga pintu museum, menyelamatkan spesimen itu dari kehancuran. Kemudian, spesimen itu ditinggalkan di sebuah peti di garasi, dan tetap berada di sana selama dua puluh tahun sebelum ditemukan kembali.

Kenyataanya, naga itu dibuat oleh para pembuat model di balik serial TV BBC Walking with Dinosaurs, dan toples itu dibuat oleh studio spesialis kaca.

Tipuan itu adalah aksi publisitas untuk mempublikasikan novel Mitchell yang akan datang, dan dia akhirnya memenangkan kontrak dengan Waterstones.

Pada tahun 2001, Karl Shuker, salah satu dari 13 pendiri cryptozoology, menulis sebuah artikel tentang penampakan naga.

"Seorang naturalis Inggris dan beberapa rekannya melakukan penelitian di daerah tersebut setelah diberitahu oleh penduduk lokal tentang 'sesuatu' aneh yang terlihat pada awal tahun ini. Ketika mereka berdiri di tepi hutan sebuah tambang, mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang luar biasa. Dengan ukuran panjang 2,5 kaki (76 cm), itu menyerupai ular naga dengan empat anggota badan pendek, namun bentuk kepalanya mirip dengan kuda laut, dan itu bergelombang dan menggeliat saat terbang sekitar 10 kaki (3 meter) di atas permukaan tambang dalam bentuk lingkaran yang lebar. Mereka tidak dapat mengingat telah melihat sayap, namun sosok itu memiliki ekor panjang yang diakhiri dengan sepasang horisontal, dua lobus seperti ekor paus. Makhluk itu berwarna hijau dan agak berkilau, tapi tampak padat, tidak tembus pandang atau halus. Mereka melihatnya sekitar 3 sampai 4 menit, pada jarak sekitar 50 kaki (15 meter), sebelum akhirnya menghilang ke dalam salah satu dari banyak gua dan celah-celah besar di tambang. Ahli naturalis memiliki kesan yang berbeda ketika melihatnya, bahwa makhluk itu sengaja untuk berusaha menahan mereka tetap di teluk, memperingatkan mereka untuk tidak mendekat ke wilayahnya."

Kemudian, dalam bukunya, Extraordinary Animals Revisited  pada bagian berjudul "The Unmentionables", dia membahasnya lagi, sebagai makhluk terbang misterius yang dilaporkan pada tahun 2001 dekat sebuah tambang di Powys, Wales, yang menyerupai seekor ular naga dengan empat anggota badan pendek, kepala berbentuk seperti kuda laut, dan bergerak bergelombang saat terbang sekitar 10 kaki (3 meter) di atas permukaan tambang dalam bentuk lingkaran yang lebar.

Shuker mencatat bahwa laporan ini berasal dari naturalis yang membuatnya dengan sungguh-sungguh (tidak disebutkan namanya karena sebuah alasan yang jelas), yang yakin bahwa :

"Itu bukan ilusi optik maupun model, tapi benar-benar hidup, meski penampilannya sangat luar biasa sehingga dia merasa ketakutan oleh pertemuan tersebut". (Shuker 2007 :. 281)

Mary Trevelyan, seseorang yang mempelajari dan mengumpulkan cerita rakyat, telah mewawancarai banyak orang tua yang tinggal di wilayah Glamorgan, Wales pada awal abad ke-19.

Mereka mengenang cerita masa muda mereka tentang ras ular bersayap yang hidup di hutan di sekitar kastil Penllyne. Menurut dugaan, ular itu memiliki puncak atau jambul di kepalanya, sayap berbulu, berwarna cerah dan berkilauan seolah ditutupi dengan permata.

Ular itu beristirahat dengan melingkar di tanah, tapi jika mereka merasa terancam, mereka akan menyerang dengan menukik ke arah si pengganggu.

Ular terbang ini membunuh unggas dan digambarkan sebagai "the terrors of farmyards and coverts", banyak yang telah ditembak demi melindungi hewan ternak.

Binatang yang mungkin telah menginspirasi naga :

Ular kobra

Terdapat spekulasi bahwa laporan tentang semburan bisa (racun) ular kobra mungkin merupakan asal-usul mitos naga bernapas api.


Buaya

Buaya adalah reptil yang menyerupai kadal besar yang tubuhnya ditutupi sisik besar yang tidak mudah ditembus, kecuali di bagian bawahnya.

Young, penulis Night Thoughts, dalam sebuah catatan kaki yang ditambahkan pada leviathan (buaya) yang menakjubkan, mengatakan :

"Buaya, kata seorang naturalis, terbaring di bawah air, dan di sana terpaksa menahan nafasnya, ketika muncul (ke permukaan), nafas lama yang ditahan menjadi terasa panas, dan meledak begitu keras sehingga menyerupai api dan asap".


Kerangka raksasa

Kerangka ikan paus, dinosarus, atau fosil mamalia besar lainnya, mungkin telah disalahartikan sebagai tulang milik naga atau makhluk mitologi berukuran besar lainnya.


Megalania

Di Australia, cerita tentang makhluk semacam itu mungkin merujuk kepada Quinkana (buaya darat yang dapat tumbuh dari 5 sampai 7 meter), megalania, atau mungkin ular pelangi (seperti Wonambi naracoortensis), yang merupakan bagian dari megafauna yang telah punah di Australia.

Komodo

Hari ini, komodo (Varanus komodoensis), dalam bahasa Inggris dikenal sebagai komodo dragon.

Olm

Di Slovenia, Johann Weikhard von Valvasor mengumpulkan cerita rakyat tentang Olm, salamander gua atau salamander putih, di The Glory of the Duchy of Carniola.

Olm juga telah disebutkan sebagai bayi naga.


Hujan lebat di Slovenia akan menghanyutkan Olm dari habitat bawah tanah mereka, sehingga timbul kepercayaan dari rakyat Slovenia bahwa naga berukuran besar hidup di bawah kerak bumi, dan Olm sendiri adalah anak yang belum berkembang dari binatang legendaris ini.

(Sumber : Wikipedia, cryptidz.wikia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar