Rabu, 28 Maret 2018

Legenda Inkanyamba


Inkanyamba adalah ular legendaris yang dikatakan tinggal di sekitar danau air terjun di hutan utara dekat Pietermaritzburg, atau yang paling umum, di dasar Howick Falls, Afrika Selatan.

Suku Zulu di wilayah tersebut percaya bahwa Inkanyamba adalah ular besar dengan kepala seperti kuda, yang dikatakan memiliki panjang lebih dari 20 kaki (6 meter).

Mereka adalah makhluk akuatik yang hidup di danau dan air terjun. Diyakini bahwa kemarahan Inkanyamba menyebabkan badai musiman.

Kisah binatang ini benar-benar berasal dari lukisan gua suku Aborigin yang ditemukan di seluruh area KwaZuluNatal.

Lukisan-lukisan ini menggambarkan makhluk-makhluk yang arkeolog sebut sebagai "binatang hujan" karena hubungan mereka dengan badai musim panas yang ganas.

Pada tahun 1998, penduduk daerah Ingwavuma dan Pongola di KwaZuluNatal menyalahkan kekejaman Inkanyamba atas badai brutal yang membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal.


Hubungan kuno antara Inkanyamba dengan kejadian meteorologi yang parah ini disebabkan oleh fakta bahwa binatang ini jarang terlihat selama bulan-bulan musim panas.

Menurut kepercayaan tradisional Xhosa, Inkanyamba, yang menurut legenda kuno juga seekor ular bersayap, naik ke atas langit setiap tahun, membentuk tornado raksasa, untuk menemukan pasangannya.


Indikasi lain tidak adanya Inkanyamba selama musim panas adalah asumsi lama suku Zulu bahwa binatang ini sedang bermigrasi.

Sebenarnya, binatang-binatang ini telah terlihat di Sungai Mkomazi, sekitar 44 mil selatan Howick Falls, dan juga di perairan atau genangan air yang mengelilingi Bendungan Midmar (area seluas sekitar 500 mil persegi).


Ada juga laporan saksi mata yang berasal dari bendungan yang lebih kecil di dekat peternakan di daerah Dargle di Midlands.

Bahkan yang lebih menarik lagi, sesekali ada laporan (meski diakui belum dikonfirmasi) tentang dua Inkanyamba yang terlihat dalam pertempuran air hebat penuh hasrat mengenai apa yang diasumsikan sebagai masalah yang berhubungan dengan wilayah.

Saksi lainnya mengaku pernah melihat sekilas ritual kawin mereka.

Inkanyamba pertama kali mendapat perhatian international pada tahun 1996, ketika sebuah surat kabar lokal menawarkan hadiah bagi siapa saja yang bisa memperlihatkan bukti foto makhluk tersebut.

Meski dua buah foto diterbitkan, keduanya tidak memberikan indikasi yang jelas tentang penampilan binatang tersebut dan dituduh sebagai hoax.


Foto yang diragukan ini hanya berfungsi sebagai pemicu kontroversi sengit seputar keberadaan makhluk-makhluk ini.

Setahun kemudian, di wilayah yang tidak jauh dari Howick, yang diketahui sebagai Sungai Mzintlava, sebuah kontroversi serupa menyebar mengenai predator akuatik berukuran besar lainnya.

Penduduk lokal mengklaim bahwa mereka merasa dikepung oleh makhluk buaya besar dengan leher panjang dan yang dijuluki sebagai "African Brain Sucker" atau di lidah penduduk asli disebut sebagai Mamlambo.

Pada Mei 1996, perhatian media lain menanggapi rumor bahwa pemerintah Afrika Selatan berencana untuk menangkap binatang yang bersembunyi di bawah Howick Falls dan memindahkannya ke tempat yang dilindungi.

Penduduk Zulu setempat marah atas rencana tersbut, lalu mengajukan petisi kepada dewan daerah mereka untuk sebuah intervensi, meskipun bukan karena alasan yang sama dengan yang diharapkan oleh anggota PETA.

Penduduk merasa ketakutan bahwa ekspedisi yang dikerahkan untuk menangkap binatang itu, mungkin tidak siap untuk menghadapi sifat jahatnya dan bahwa pembantaian yang terjadi mungkin meluas ke desa-desa setempat, kecuali kemarahan Inkanyamba dapat direda.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa pemerintah Afrika Selatan telah mempertimbangkan kembali kebijaksanaan mereka untuk menantang dan menangkap binatang semi akutik berukuran sangat besar di wilayah asalnya.

Inkanyamba dipercaya oleh sebagian besar penyidik sebagai spesies belut air tawar berukuran besar, seperti Anguilla mossambica atau Anguilla marmorata. Keduanya dapat tumbuh hingga sepanjang sekitar 6 kaki (1,8 meter).


Penduduk asli di daerah tersebut bersikeras bahwa Inkanyamba berukuran jauh lebih besar, dan memiliki sifat supernatural yang jelas.

Ahli cryptozoologist telah menyarankan bahwa Inkanyamba mungkin makhluk semacam belut (belut raksasa), yang telah dibesar-besarkan oleh mitos lokal.

(Sumber : cryptidz.wikia, wikipedia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar