Rabu, 28 Februari 2018

Legenda Putri Duyung


Putri Duyung adalah makhluk air legendaris yang memiliki tubuh dan kepala berwujud manusia (wanita), sedangkan tubuh bagian bawahnya menyerupai ikan.

Putri Duyung muncul dalam berbagai cerita rakyat banyak budaya di seluruh dunia, termasuk timur dekat (Asia Barat Daya), Eropa, Afrika, dan Asia.

Putri Duyung oleh John William Waterhouse (1900)

Kisah pertamanya muncul di Assyria kuno, di mana dewi Atargatis mengubah dirinya menjadi putri duyung karena malu telah sengaja membunuh kekasihnya yang merupakan seorang manusia.

Putri duyung terkadang dikaitkan dengan peristiwa berbahaya seperti banjir, badai, kapal karam, dan penenggelaman.

Dalam kisah tradisi lain, putri duyung bisa menjadi makhluk penuh kebaikan atau bermurah hati, melimpahkan anugerah, atau jatuh cinta dengan manusia.

Ikan duyung laki-laki disebut sebagai merman, meskipun tradisi dan penampakannya kurang umum dibandingkan putri duyung. Mereka hidup berdampingan dengan putri duyung sebagai rekan.


Beberapa sifat atau ciri putri duyung mungkin dipengaruhi oleh Siren dari mitologi Yunani.

Sejarah kisah putri duyung, seperti yang dilaporkan oleh Christopher Columbus selama eksplorasi Karibia, mungkin terinspirasi oleh manatee dan mamalia air serupa lainnya.

Meski tidak ada bukti bahwa putri duyung ada di luar cerita rakyat, laporan penampakan putri duyung terus terjadi hingga saat ini, termasuk di abad ke-21 yang terjadi di Israel dan Zimbabwe.

Putri duyung telah menjadi subjek seni dan sastra yang populer dalam beberapa abad, seperti di Hans Christian Andersen's yang terkenal dengan "The Little Mermaid" (1836).

Putri duyung kemudian banyak digambarkan di opera, lukisan, buku, film, dan komik.

Kata mermaid (berarti putri duyung) adalah gabungan dari Inggris kuno mere (laut), dan maid (seorang gadis atau wanita muda). Istilah setara dalam Inggris kuno adalah merewif.

Mereka secara konvesional digambarkan sebagai sosok yang indah dengan rambut panjang yang mengalir.

Seperti dikutip di atas, mereka terkadang disamakan dengan siren dari mitologi Yunani (terutama Odyssey), yang dengan suara mempesonanya akan memikat hati pelaut menjadi terbuai sehingga kapal mereka menabrak karang dan tenggelam.


Penggambaran wujud ekor ikan, namun tubuh atas berwujud manusia muncul di karya seni Mesopotamian dari periode Babilonia kuno dan seterusnya.

Bentuk ini biasanya mermen (ikan duyung laki-laki), namun mermaid juga terkadang muncul. Nama untuk putri duyung mungkin bernama kuliltu, berarti "ikan-wanita".


Kisah putri duyung pertama kali dikenal muncul di Assyria kuno.

Dewi Atargatis, mencintai seorang fana (gembala), dan tidak sengaja membunuhnya. Malu akan perbuatannya, dia melompat ke danau dan mengambil wujud seekor ikan, namun air tidak akan menyembunyikan kecantikan istimewanya.

Setelah itu, dia mengambil bentuk putri duyung, pinggang atas manusia, dan bagian bawah berbentuk ikan.


Legenda populer Yunani menceritakan adik Alexander Agung, Thessalonike, yang berubah menjadi putri duyung setelah kematiannya, dan tinggal di Laut Aegean.


Thessalonike akan bertanya kepada pelaut di setiap kapal yang ia jumpai dengan satu pertanyaan : "apakan Raja Alexander hidup ?", jawaban yang benar adalah : "Dia hidup dan memerintah, dan menaklukkan dunia."

Jawaban tersebut akan menyenangkan hatinya, dan dia akan menenangkan air, dan menawarkan ucapan selamat tinggal.

Jawaban lainnya akan membuat dia marah sekali, sehingga dia akan membuat badai mengerikan, sebuah hukuman kepada kapal dan setiap pelaut yang berada di dalamnya.

Dalam Natural History miliknya, Pliny the Elder menjelaskan banyak penampakan putri duyung di lepas pantai Gaul, mencatat bahwa seluruh tubuh mereka ditutupi sisik, dan mayat mereka sering terdampar di pantai.

Koleksi cerita One Thousand and One Nights memasukkan beberapa cerita yang menampilkan "manusia laut", seperti "Djullanar the Sea-girl".

Tidak seperti gambaran putri duyung dalam mitologi lain, mereka secara anatomi identik dan terikat dengan manusia daratan, hanya berbeda dalam kemampuan mereka untuk bernapas dan hidup di bawah air.

Mereka dapat kawin silang dengan manusia, dan anak-anaknya akan memiliki kemampuan hidup di bawah air.

Karena secara samar-samar bentuknya menyerupai manusia, ikan skate kering telah lama digambarkan sebagai putri duyung.

Seringkali penampilan mereka dimodifikasi untuk membuat mereka tampak lebih mirip dengan manusia (atau lebih manusiawi).


Di Eropa, ikan skate kering, terkadang disebut devil fish, ditampilkan sebagai putri duyung, malaikat, iblis, atau basilisks (reptil dalam legenda Eropa).

Di Inggris, mereka dikenal sebagai Jenny Hanivers, di mana mereka dibuat oleh pelaut.


Di Meksiko, ikan skate kering dipercaya memiliki kekuatan magis, dan digunakan dalam ritual penyembuhan.

Laporan penampakan putri duyung

Pada tahun 1493, di lepas pantai Hispaniola, Christopher Columbus melaporkan melihat tiga "bentuk perempuan" yang "naik tinggi keluar dari laut, tapi tidak seindah yang mereka gambarkan".


Pada buku catatan perjalanan Blackbeard, bajak laut Inggris, mencatat bahwa dia memerintah krunya dalam beberapa perjalanan untuk menjauh dari peta laut yang dia sebut "enchanted" karena takut akan merfolk atau putri duyung, yang dilaporkan pernah dilihat olehnya dan anggota krunya.

Penampakan ini sering diceritakan, dan saling dibagikan oleh pelaut dan bajak laut yang percaya bahwa putri duyung adalah pembawa sial, dan akan menyihir mereka agar menyerah dalam hal emas, dan menyeret mereka ke bagian bawah laut.

Pada pertangahan abad ke-17, John Tradescant the elder menciptakan wunderkammer (disebut Tradescant's Ark) yang ia tampilkan bersama benda lain, "mermaid's hand".

Dua penampakan putri duyung dilaporkan di Kanada dekat Vancouver dan Victoria, satu penampakan dari suatu waktu antara tahun 1870 dan 1890, dan penampakan lain dari tahun 1967.

Seorang nelayan Pennsylvania melaporkan lima penampakan putri duyung di Sungai Susquehanna dekat Marietta pada Juni 1881.

Pada abad ke-19, muncul taxidermi bernama Fiji Mermaid (P. T. Barnum) yang diketahui merupakan tipuan.

Taxidermi tersebut biasanya dibuat dari monyet dan ikan, yang digabungkan dengan cara dijahit agar memiliki tampilan mermaid yang sangat aneh.


Pada tahun 2004, gambar dari Fiji Mermaid beredar di internet setelah peristiwa tsunami.

Gambar itu seharusnya menjadi contoh dari barang buatan yang telah terdampar di tengah kehancuran, meskipun itu tidak lebih nyata daripada barang pameran milik Barnum.


Pada Agustus 2009, setelah puluhan orang melaporkan telah melihat putri duyung melompat di teluk Haifa, dan melakukan trik udara. Kiryat Yam, sebuah kota di distrik teluk Haifa Israel, menawarkan hadiah $1 juta untuk siapa saja yang bisa membuktikan keberadaannya.

Pada Februari 2012, dua waduk dekat Gokwe dan Mutare di Zimbabwe berhenti bekerja setelah pekerja menolak untuk melanjutkannya, menyatakan bahwa putri duyung mengejar mereka tanpa henti, menjauhkan mereka dari tempat kejadian.

Hal itu dilaporkan oleh Samuel Sipepa Nkomo, menteri sumber daya air.

Pada Mei 2012, seri docufiction (dokumentasi-fiksi) Mermaids : The Body Found, ditayangkan di Animal Planet, yang berpusat pada pengalaman mantan ilmuwam National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), menampilkan CGI suara dan video amatir terdamparnya putri duyung, serta membahas teori ilmiah yang melibatkan keberadaan putri duyung.


Pada Juli 2012, dalam menanggapi rasa ingin tahu masyarakat umum, dan kemungkinan bahwa beberapa pemirsa mungkin telah keliru dan menganggap acara program tersebut sebagai sebuah dokumentasi asli, National Ocean Service (cabang NOAA) membuat pernyataan tidak biasa bahwa "tidak ada bukti humanoid air yang pernah ditemukan".

Setahun kemudian, pada Mei 2013, Animal Planet menyiarkan docu-fiction lain berjudul Mermaids : The New Evidence featuring "previously unreleased video evidence", termasuk kesaksian mantan ilmuwan Iceland GeoSurvey ketika melakukan penyelaman di lepas pantai Greenland di dalam sebuah kendaraan bawah laut.

Di bawah ini adalah rekaman video yang diambil dari dokumentasi fiksi (Animal Planet) tentang putri duyung :




Rekaman video kedua, berisi dua pengambilan gambar berbeda dari apa yang tampak seperti makhluk humanoid air yang mendekati dan menyentuh kendaraan mereka.


NOAA kembali merilis pernyataan yang mengatakan bahwa : "Orang yang diidentifikasi sebagai ilmuwan NOOA (Dr. Paul Robertson) adalah seorang aktor". Secara terpisah, aktor itu diidentifikasi sebagai David Evans dari Ontario, Kanada.

Kasus pada dokumentasi putri duyung mungkin sama seperti yang terjadi pada dokumentasi megalodon, di mana banyak orang yang percaya bahwa mereka sedang menyaksikan dokumentasi asli, padahal kenyataannya itu hanyalah dokumentasi fiksi.

Hubungan putri duyung dengan Sirenia

Sirenia seperti manatee dan dugong, memiliki adaptasi terhadap air yang utama, seperti lengan digunakan untuk kemudi, dayung digunakan untuk tenaga pendorong, dan sisa-sisa anggota tulang belakang (kaki) dalam bentuk dua tulang kecil yang mengambang mendalam dalam otot.

Meski terlihat berat, lambat dan canggung saat bergerak, mereka sebenarnya binatang berotot, dengan tubuh berbentuk fusiform atau torpedo, yang hidrodinamik, dan pelaut sebelum pertengahan abad ke-19, menghubungkan mereka sebagai putri duyung.


Sebagai seorang antropologist A. Asbjørn Jøn mencatat :

"Binatang laut ini telah berada dalam tradisi rakyat selama berabad-abad, dan sampai relatif baru-baru ini mereka telah mempertahankan penetapan standar karakteristiknya. Banyak orang yang mempelajari atau mengumpulkan cerita rakyat dan penulis atau kolektor mitos menilai bahwa asal dari mitos putri duyung adalah dugong, mengajukan teori bahwa dongeng yang berubah menjadi mitos ini telah dibangun sekitar awal penampakan dugong oleh pelaut."

Para ilmuwan mengklaim bahwa putri duyung harusnya menjadi mitos, karena tidak mungkin ada makhluk berwujud setengah wanita dan setengah ikan.

Wanita adalah mamalia, yang merupakan spesies yang sangat berbeda dengan ikan yang berdarah dingin, tidak mungkin untuk bisa memiliki kedua jenis makhluk tersebut dalam satu tubuh yang sama.

Untuk menjelaskan penampakan putri duyung, mereka mengklaim bahwa mitos putri duyung berasal dari pelaut yang salah mengidentifikasikan sea-cow (sapi laut) atau dugong dan manatee, sebagai sosok putri duyung.

Kartu pos yang menggambarkan dua nelayan
bersama putri duyung Aden (dugong)
di Yaman (1910).

Mereka sangat yakin dengan penjelasan ini, bahwa nama ilmiah untuk sapi laut adalah sirenia (siren adalah kata Yunani kuno untuk putri duyung).

Masalah dengan teori ini adalah bahwa sapi laut hanya tinggal di perairan tropis, hal ini tidak menjelaskan penampakan putri duyung di perairan yang lebih dingin di Eropa, di mana tidak ada sapi laut, dan di mana sebagian besar cerita putri duyung muncul.

Ilmuwan mencoba memperhitungkan ini dengan mengklaim pelaut dan nelayan Eropa telah salah mengidentifikasi anjing laut sebagai sosok putri duyung.

Ini adalah ide yang luar biasa dan menyarankan bahwa pelaut di masa lalu penuh dengan ketidaktahuan dan sangat bodoh.

Tentunya hal tersebut adalah sumber yang sangat tidak memuaskan untuk mitos putri duyung.

Penjelasan yang paling logis adalah itu bukan sapi laut, tapi manusia.

Manusia yang menyelam dan menahan nafas mereka ketika berada di bawah air adalah penjelasan yang paling logis untuk putri duyung.

Kemungkinan besar putri duyung sebenarnya adalah penyelam wanita yang telah disalahartikan sebagai makhluk mitos sepanjang sejarah.

(Sumber : Wikipedia, cryptidz.wikia)

4 komentar:

  1. Oh ternyata begini legendanya

    Salam
    Pongery.com

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Terimakasih infonya. Jangan lupa kunjungi website kami https://bit.ly/2NjQtoh

    BalasHapus
  4. Ilmuwan mencoba memperhitungkan ini dengan mengklaim pelaut dan nelayan Eropa telah salah mengidentifikasi anjing laut sebagai sosok putri duyung.

    Ini adalah ide yang luar biasa dan menyarankan bahwa pelaut di masa lalu penuh dengan ketidaktahuan dan sangat bodoh.

    Tentunya hal tersebut adalah sumber yang sangat tidak memuaskan untuk mitos putri duyung.

    Penjelasan yang paling logis adalah itu bukan sapi laut, tapi manusia. kata kerja imperatif Soko Guru Demokrasi Universal Substansi Hak dan Kewajiban Asasi Manusia Dalam Pancasila contoh majas pengertian kata kerja material Jelaskan kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka Negara penghasil timah terbesar di dunia Pengertian Desentralisasi Circular Flow Diagram Umpan Ikan Mas


    BalasHapus