Rabu, 07 Februari 2018

Legenda Platypus


Platypus (Ornithorhynchus anatinus), terkadang disebut sebagai duck-billed platypus, adalah mamalia semi aquatic endemik Australia timur, khususnya Tasmania.

Mereka adalah satu dari lima spesies monotremata yang masih hidup hingga saat ini.


Bersama dengan spesies monotremata lainnya, platypus termasuk salah satu mamalia yang bertelur, tidak melahirkan seperti kebanyakan mamalia pada umumnya.

Telur platypus

Platypus dulunya dianggap sebagai makhluk cryptid karena binatang ini memiliki karakteristik reptil, mamalia dan burung.


Ketika platypus pertama kali ditemukan oleh orang Eropa pada tahun 1798, sebuah bulu dan sketsa platypus dikirim ke Britania Raya oleh kapten John Hunter, Gubernur kedua New South Wales.

Spesimen pertama binatang itu diberikan kepada ilmuwan Inggris, dan mereka menduga bahwa itu adalah sebuah hoax.

Gambaran platypus dari buku untuk anak-anak yang terbit di
Jerman pada tahun 1798

George Shaw adalah orang pertama yang membuat deskripsi hewan itu pada Naturalist's Miscellany di tahun 1799.

Shaw dan Robert Knox percaya bahwa binatang itu mungkin dibuat oleh beberapa ahli taxidermi (pengawet satwa) Asia.

Dia berpikir bahwa seseorang pasti telah menjahit paruh bebek dan menyambungkannya ke tubuh binatang yang mirip dengan berang-berang.

Shaw bahkan mengambil sepasang gunting untuk mengecek apakah terdapat jahitan pada kulit kering binatang aneh tersebut.


Nama umum platypus memakai ungkapan Latin dari kata Yunani (platupous) yang berarti "kaki-datar".

Dari kata (platus) untuk "luas, lebar, atau datar", dan (pous) untuk "kaki".

Pada awal dia mendeskripsikan binatang ini, Shaw menamai spesies ini dengan nama Platypus anatinus.

Pada tahun 1800, Sir Joseph Banks memberikan spesimen itu kepada Johann Blumenbach, yang menggambarkannya sebagai Ornithorhynchus paradoxus.

Kemudian, binatang itu secara resmi diakui sebagai Ornithorhynchus anatinus.

Sekitar tahun 1788-1801, David Collins mendeskripsikan platypus sebagai "binatang amfibi seperti tikus mondok".


Para ilmuwan menamai Ornithorhynchus anatinus, berasal dari (ornithorhynkhos), yang berarti "moncong burung" dalam bahasa Yunani, dan (anatinus), yang berarti "seperti-bebek" dalam bahasa Latin.

Imuwan pada umumnya menggunakan kata "platypuses", atau lebih mudahnya "platypus".

Pemukim Inggris awal memanggilnya dengan banyak nama, seperti "watermole", "duckbill", dan "duckmole".

Nama platypus terkadang diawali dengan kata sifat "duck-billed" hingga membentuk kata duck-billed platypus.

Sebagian besar dunia diperkenalkan kepada platypus pada tahun 1939, ketika National Geographic Magazine menerbitkan sebuah artikel tentang platypus dan upaya untuk mempelajari dan memelihara serta mengembangbiakkan mereka di penangkaran.


Platypus memiliki tubuh dan ekor besar datar yang ditutupi oleh bulu berwarna cokelat padat, yang membuatnya tetap hangat. Bulunya diketahui tahan air dan tekstur kulitnya seperti tikus mondok.

Ekor platypus digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan lemak.


Mereka memiliki kaki berselaput dan moncong elastis (seperti karet) yang besar.



Tidak seperti paruh burung yang bagian atas dan bagian bawahnya terpisah untuk membuka mulut, moncong platypus adalah organ sensorik dengan mulut berada di bagian bawah.

Lubang hidung platypus terletak di permukaan moncongnya, semenara mata dan kupingnya terletak di lekuk dekat moncong yang akan tertutup ketika mereka berenang.


Platypus dikabarkan akan menggeram ketika merasa terganggu, dan dilaporkan memiliki vokalisasi pada beberapa spesimen yang berhasil ditangkap.

Platypus jantan lebih besar daripada betina, dengan berat yang bervariasi mulai dari 0,7 kg sampai 2,4 kg.

Panjang rata-rata platypus jantan sekitar 50 cm, sementara untuk betina sekitar 43 cm.

Platypus jantan dikenal memiliki bisa yang mereka gunakan sebagai pertahanan mereka sendiri.

Meski cukup kuat untuk membunuh hewan besar seperti anjing, bisa itu tidak mematikan bagi manusia, namun rasa sakitnya sangat menyiksa, hingga membuat korban bisa menjadi lumpuh.

Bisa tersebut digunakan dalam pertarungan untuk memperebutkan wilayah, maupun pertarungan terhadap sesama platypus.

Platypus adalah karnivora pemakan cacing annelida, larva serangga, udang air tawar, dan lobster air tawar.


Platypus termasuk hewan semi aquatic yang mendiami aliran sungai di Tasmania, wilayah pegunungan Australia, hingga hutan tropis di dekat pantai Queensland.

Platypus secara umum dianggap sebagai hewan nokturnal dan hewan senja hari, walaupun secara individu mereka juga aktif di siang hari, terutama ketika langit sedang mendung.

Platypus sangat baik dalam berenang, dan menghabiskan banyak waktu di dalam air untuk mencari makanan.

Ketika berenang, mereka dapat dibedakan dengan mamalia Australia lainnya karena binatang ini tidak memiliki telinga yang dapat terlihat dengan jelas dan memiliki bentuk yang sangat unik.


Platypus dan monotremata lainnya sangat sulit dipahami, dan beberapa mitos di abad ke-19 yang tumbuh bersama mereka, sebagai contohnya, bahwa monotremata adalah reptil, masih bertahan.


Penemuan fosil tertua dari platypus modern ditemukan sekitar 100.000 tahun yang lalu, selama periode kuarter (periode terakhir dari ketiga periode di era kenozoikum dalam skala waktu geologi).

Monotremata yang telah punah, yaitu teinolophos dan steropodon, pernah dianggap sangat erat kaitannya denga platypus modern, tetapi dugaan itu ternyata salah.

Teinolophos

Steropodon

Berdasarkan penemuan sebuah fosil gigi dari spesies platypus raksasa, Obdurodon tharalkooschild, berusia sekitar 5 sampai 10 juta tahun yang lalu, binatang itu diperkirakan memiliki panjang 1,3 meter, membuatnya menjadi platypus terbesar yang pernah dicatat.

Meski telah mendapat perlindungan Australia sejak tahun 1905, pada awal abad ke-20, platypus telah diburu secara ekstensif untuk diambil bulunya.

Konservasi terhadap platypus bisa dikatakan telah berhasil, tetapi spesies ini bisa terpengaruh oleh terganggunya habitat mereka oleh adanya bendungan, irigasi, polusi, jaring nelayan, dan penangkapan liar yang dilakukan oleh masyarakat setempat.

Platypus dikenal sebagai lambang dari negara New South Wales, dan juga muncul pada perangko Australia tahun 1937.


Berdasarkan International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), saat ini platypus masuk dalam kategori spesies yang hampir terancam punah.

(Sumber : Wikipedia, cryptidz.wikia)

4 komentar:

  1. kaya musang kaya bebek juga.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, platypus lebih seperti gabungan dari satu binatang dengan binatang lainnya..

      Hapus
  2. Kayak gabungan bebek dan tikus 🤣

    BalasHapus
  3. perpaduan berang berang dan bebek, SUBHANALLAH ya :-D
    BTW, bisa jadi ada makhluk berbulu tapi ikan, atau ada burung tapi sebenarnya mamalia dan bisa terbang. KUN FAYAKUN

    BalasHapus