Minggu, 04 Februari 2018

Legenda Kraken


Kraken adalah monster laut legendaris berukuran raksasa yang konon mendiami pesisir Norwegia dan Greenland.

Dalam bahasa Norwegia, kraken adalah bentuk kata pasti dari krake, sebuah kata yang merujuk kepada binatang tidak sehat atau sesuatu yang memutar (atau membelit).

Dalam bahasa Jerman modern, krake berarti gurita, tapi bisa juga merujuk kepada kraken yang legendaris.


Versi Norse Lama dari saga Örvar-Oddr, memasukan seri cerita tentang perjalanan menuju Helluland (Pulau Baffin) yang membawa protagonis melalui laut Greenland, di mana mereka melihat dua monster laut raksasa bernama Hafgufa ("sea mist") and Lyngbakr ("heather-back").

Hafgufa

Lyngbakr

Hafgufa dipercaya sebagai referensi untuk kraken, berikut adalah kisahnya :

Sekarang saya akan memberitahu anda bahwa ada dua monster laut.

Salah satunya disebut hafgufa (sea-mist), satu lagi lyngbakr (heather-back).

(lyngbakr) adalah paus terbesar di dunia, namun hafgufa adalah monster sangat besar (terberat) di laut.
Sifat makhluk ini adalah menelan pria dan kapal, bahkan paus dan segala sesuatu yang berada dalam jangkauannya.

Ia tetap terendam (dalam air) selama beberapa hari, lalu mengangkat kepala dan lubang hidungnya di atas permukaan dan tetap seperti itu setidaknya sampai terjadi perubahan pasang laut.

Suara yang kami lewati hanyalah jarak antara rahangnya, lubang hidung dan rahang bawahnya adalah batu karang yang tampak di laut, sementara lyngbakr adalah pulau yang kami lihat tenggelam.
Bagaimanapun, Ogmund Tussock telah mengirim makhluk-makhluk ini kepadamu dengan menggunakan sihirnya untuk menyebabkan kematianmu dan semua anak buahmu.

Dia pikir lebih banyak pria akan pergi dengan cara yang sama seperti yang telah tenggelam [menuju lyngbakr di mana itu bukan pulau, dan tenggelam], dan dia memperkirakan bahwa hafgula akan menelan kita semua.

Hari ini saya berlayar melalui mulutnya karena saya tahu bahwa itu baru saja muncul (di permukaan).
Setelah kembali dari Greenland, penulis anonim dari karya ilmiah Norwegia tua Konungs skuggsjá (sekitar tahun 1250), menjelaskan secara rinci karakteristik dan perilaku makan dari binatang ini.

Pencerita mengusulkan pasti hanya ada dua makhluk yang ada di sana, yang berasal dari pengamatan bahwa binatang ini selalu terlihat pada bagian yang sama di laut Greenland, dan keduanya tampak tidak sanggup bereproduksi, sebagaimana tidak adanya peningkatan jumlah mereka.
Ada ikan yang masih belum disebutkan, yang hampir tidak disarankan untuk dibicarakan karena ukurannya, karena tampaknya bagi kebanyakan orang itu luar biasa.

Hanya ada sedikit orang yang mengatakannya dengan jelas, karena (ikan itu) jarang berada di daratan maupun muncul di mana bisa dilihat oleh nelayan, dan saya menduga tidak banyak jenis ikan ini di laut.

Paling sering di lidah kita menyebutnya sebagai hafgufa ("kraken", dalam terjemahan M. Larson).

Saya juga tidak berbicara secara meyakinkan tentang panjangnya dalam ells (ukuran panjang yang digunakan terutama untuk tekstil), karena saat-saat ia menunjukkan (diri) di hadapan manusia, ia tampak lebih mirip dengan daratan daripada mirip ikan.

Saya tidak pernah mendengar ada orang yang tertangkap atau ditemukan mati, dan tampaknya bagi saya seolah-olah (ikan itu) tidak lebih dari dua (yang berada) di lautan, dan saya menganggap bahwa masing-masing tidak dapat mereproduksi dirinya sendiri, karena saya percaya bahwa mereka selalu sama.

Kemudian, tidak akan ada ikan lain jika hafgufa seperti ikan paus lainnya, karena luasnya mereka, dan berapa banyak kebutuhan yang mereka butuhkan.

Dikatakan bahwa sifat ikan ini ketika sedang ingin makan, maka ia akan merentangkan lehernya dengan bersendawa besar, dan bersamaan dengan sendawa besar ini datang banyak makanan, sehingga semua jenis ikan yang dekat akan datang ke lokasinya saat ini, lalu berkumpul bersama, baik yang kecil dan yang besar, percaya mereka akan mendapatkan makanan dan makanan enak mereka.

Tapi ikan besar ini akan membiarkan mulutnya terbuka untuk sementara, dan celahnya tidak kurang lebar daripada great sound atau bright (tikungan di garis pantai, sungai, atau ciri geografis lainnya), dan juga ikan menghindari berlari (berenang) bersama di sana dalam jumlah besar.

Namun begitu perut dan mulutnya penuh, maka rahangnya akan mengunci, dan semua ikan akan tertangkap dan tertutup, bahwa sebelum dengan rakus datang ke sana mencari makanan.
Carl Linnaeus mengklasifikasikan kraken sebagai sefalopoda (mencangkup semua gurita, cumi-cumi dan sotong), menunjuk nama imliah Microcosmus marinus di edisi pertama taksonomi klasifikasi organisme hidup, Systema Naturae (1735).

Pada Fauna Suecica (1746), Linnaeus menyebut makhluk itu sebagai "monster unik" dan "dikatakan menghuni laut Norwegia, tapi saya belum melihat binatang ini."

Kraken juga secara panjang lebar dijelaskan oleh Erik Pontoppidan dalam "The First Attempt at [a] Natural History of Norway" (Copenhagen, 1752) miliknya.

Pontoppidan membuat beberapa klaim tentang kraken, termasuk gagasan bahwa makhluk itu terkadang dikira sebagai sebuah pulau, dan bahaya nyata yang dihadapi oleh pelaut bukanlah makhluk itu sendiri, melainkan pusaran air berputar-putar yang tertinggal di belakangnya.

Bagaimanapun, Pontoppidan juga menggambarkan potensi kerusakan dari binatang buas tersebut : "Dikatakan bahwa jika tangan makhluk itu memegang senjata perang terbesar (kapal perang), mereka akan menariknya ke bawah."


Menurut Pontoppidan, nelayan Norwegia terkadang mengambil resiko untuk mencoba mengambil ikan di atas kraken, karena hasil tangkapan yang melimpah.

Ada sebuah perkataan yang mengatakan : "Kamu harus memancing di atas kraken".


Pontoppidan menduga bahwa spesimen monster itu yang "mungkin (berusia) muda dan ceroboh", terdampar dan mati di Alstahaug pada 1680.

Pada 1755, Pontoppidan mendeskripsikan kraken yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Pada 1781, penulis Swedia, Jacob Wallenberg mendeskripsikan kraken pada Min son på galejan (My son on the gallery).
Kraken, juga disebut sebagai kepiting-ikan, yang tidak begitu besar. Untuk kepala dan ekor, ia tidak lebih besar dari luas Öland kita (pulau kedua terbesar di Swedia seluas 1.342 kilometer persegi), (yaitu kurang dari 16 km).

Dia tinggal di dasar laut, terus-menerus dikelilingi oleh ikan kecil tak terhitung jumlahnya, yang berfungsi sebagai makanannya dan diberi makan olehnya sebagai balasan untuk makanannya.

Secara bertahap, kraken naik ke permukaan, dan ketika dia berada pada sepuluh atau dua belas fathoms (satuan panjang yang digunakan terutama untuk mengukur kedalaman air, satu fathom sama dengan 1,8 meter), perahu sebaliknya bergerak keluar (menjauh) dari sekitarnya, sebagaimana dia akan segera (melakukan) pelepasan mendadak (meledak), seperti pulau yang mengambang, menyemburkan air melalui lubang hidung mengerikannya, dan membuat ombak atau gelombang melingkar di sekitarnya, yang dapat menjangkau (luas) bermil-mil.
Pada 1802, ahli biologi kelautan (malakologis) Prancis, Pierre Dénys de Montfort, mengakui adanya dua jenis gurita raksasa di Histoire Naturelle Générale et Particulière des Mollusques, sebuah ensiklopedia tentang deskripsi moluska.

Montfort mengklaim tipe pertama, yaitu kraken octopus, telah lebih dulu dijelaskan oleh pelaut Norwegia, penangkap ikan paus Amerika, serta penulis kuno seperti Pliny the Elder.


Tipe kedua yang jauh lebih besar, yaitu colossal octopus, dilaporkan telah menyerang kapal layar dari Saint-Malo di lepas pantai Angola.


Montfort kemudian membuat klaim sensasional.

Dia menduga bahwa sepuluh kapal perang Inggris termasuk kapal perang angkatan laut Prancis Ville de Paris yang menghilang secara misterius pada satu malam di tahun 1782, mungkin telah diserang dan ditenggelamkan oleh gurita raksasa.

Kraken menyerang kapal dagang (1810)

Namun, (pihak) Inggris, bagaimanapun, mengetahui seseorang yang selamat dari Ville de Paris, lalu mengatakan bahwa kapal itu telah hilang dalam badai pada September 1782 di lepas pantai Newfoundland.

Sejak akhir abad ke-18, kraken telah digambarkan dalam beberapa gambaran, terutama sebagai makhluk menyerupai gurita raksasa, dan sering muncul dugaan bahwa kraken (yang dijelaskan) Pontoppidan mungkin berdasarkan pengamatan pelaut mengenai penampakan cumi-cumi raksasa.

Kraken juga digambarkan memiliki ujung runcing pada pengisapnya.


Selama bertahun-tahun, penulis menganggap bahwa legenda kraken mungkin berasal dari penampakan cumi-cumi raksasa yang dapat tumbuh hingga 12 sampai 15 meter.

Bagaimanapun, penggambaran awal kraken lebih seperti kepiting daripada seperti gurita, dan umumnya memiliki sifat yang berhubungan dengan ikan paus besar daripada cumi-cumi raksasa.

Beberapa sifat kraken juga menyerupai aktivitas vulkanik bawah laut yang terjadi di wilayah Islandia, termasuk gelembung air, arus berbahaya yang datang secara tiba-tiba, dan kemunculan pulau kecil.

Kraken adalah salah satu makhluk cryptid terbesar yang mungkin pernah ada di dunia.

Sangat mungkin jika kraken adalah penampakan awal dari cumi-cumi kolosal, sebelum cumi-cumi tersebut berhasil diketahui oleh banyak orang dan diperkenalkan kepada dunia.

(Sumber : Wikipedia, cryptidz.wikia)

1 komentar: