Rabu, 28 Februari 2018

Legenda Agogwe


Agogwe adalah makhluk bipedal mririp manusia kecil yang dilaporkan dari hutan Afrika Timur.

Di Zimbabwe dan Kongo, Agogwe dikenal juga sebagai Kakundakari atau Kilomba, sedangkan di Pantai Gading, ia dikenal sebagai sehite.


Agogwe memiliki tinggi dari 1 sampai 1,7 meter, dengan lengan panjang, dan rambut wol berwarna kuning tua atau coklat, dan dikatakan memiliki kulit merah kekuningan di bawah bulunya.

Telah dilaporkan juga memiliki rambut hitam atau abu-abu, dan panjang kakinya berukuran 12 cm dengan jari kaki berlawanan.


Perbedaan Agogwe dengan kera atau simpanse modern yang telah dikenal adalah Agogwe memiliki dahi bulat, taring kecil namun lebih tajam, dan perbedaan dari rambut serta warna kulitnya.

Laporan pertama penampakan Agogwe terjadi pada tahun 1900 oleh Kapten William Hichens yang melaporkan pengalamannya dalam majalah Discovery magazine edisi Desember 1937.

"Beberapa tahun yang lalu, saya dikirim ke sebuah perburuan singa di wilayah ini (hutan Ussure dan Simibit di sisi barat daratan Wembare) dan ketika menunggu binatang buas pemakan manusia di tempat terbuka hutan rawa, saya melihat dua makhluk berbulu kecil berwarna coklat datang dari hutan lebat di satu sisi rawa dan menghilang ke dalam semak-semak tebal di sisi lain."

"Mereka terlihat seperti orang kecil, setinggi sekitar 4 kaki (1,2 meter), berjalan tegak, tapi terbungkus rambut coklat kemerahan. Pemburu dari penduduk asli dan saya menatap dalam ketakutan, bercampur dengan rasa takjub. Mereka adalah, pemburu itu berkata, agogwe, manusia kecil berbulu yang tidak pernah dilihat sekali dalam seumur hidup."


Ketika kisah Hichens dikritik dan ditertawakan, Cuthbert Burgoyne menulis surat ke majalah tersebut pada tahun 1938, menceritakan penampakan serupa yang dialami olehnya pada tahun 1927 saat berlayar di sepanjang pantai Portuguese East Africa (Mozambik Portugis) di kapal barang Jepang.

"Kami cukup dekat dengan pantai sehingga kami dapat melihat pantai menggunakan 'kaca pembesar', menyaksikan sekelompok babun sedang makan, dan saat kami melihat hal itu, dua manusia kecil berwarna coklat berjalan bersama keluar dari semak-semak dan turun di antara babun. Mereka pastinya bukan monyet yang telah dikenal dan mereka pasti memiliki kesamaan atau akan mengganggu babun itu."

Mereka terlalu jauh untuk bisa melihat secara detail, tapi makhluk mirip manusia yang berukuran kecil ini mungkin setinggi 4 dan 5 kaki (1,2 dan 1,5 mter), cukup tegak dan bentuk badannya anggun.

"Pada saat itu saya sangat gemetaran karena mereka jelas bukan binatang yang pernah saya dengar atau baca. Kemudian seorang teman dan pemburu big game memberitahu saya bahwa dia berada di Portuguese East Africa (Mozambik Portugis) bersama istri dan tiga pemburu, saat melihat ibu, ayah, dan anak, yang tampaknya dari spesies yang sama, berjalan melintasi sisi jauh dari semak-semak di tanah terbuka. Penduduk asli dengan keras melarangnya untuk menembak."

Charles Cordier, seorang kolektor hewan profesional yang bekerja di kebun binatang dan museum, mengikuti jejak Agogwe di Zaire pada akhir 1950an, dan awal 1960an.

Cordier mengatakan bahwa suatu saat, Agogwe terjerat dalam salah satu perangkap burung miliknya. Makhluk itu bisa lolos, sebelum dia bisa melakukan apapun, seperti yang dia katakan :

"Makhluk itu jatuh di wajahnya, berbalik, duduk, melepaskan jerat di kakinya, dan pergi sebelum orang Afrika di dekatnya bisa melakukan apapun."

Ahli cryptozoology, Bernard Heuvelmans percaya bahwa makhluk Afrika berukuran kecil ini mungkin Proto-Pygmies (kera tidak dikenal), proto-bushmen (suku primitif asli Afrika Selatan), atau australopithecine (spesies hominid yang ramping atau kecil).

Patung Agogwe

Dalam On the Track of Unknown Animals, Heuvelmans berkomentar :

"Sekarang tidak ada kera yang telah diketahui, bahkan di antara antropoid (makhluk sejenis kera yang berjalan dengan kedua kaki dan masih dibantu dengan kedua tanganya) yang berjalan tegak dengan kaki belakangnya. Oleh sebab itu, mungkin agogwe adalah manusia yang memang berukuran kecil."

(Sumber : Wikipedia, cryptidz.wikia)

1 komentar: