Minggu, 21 Januari 2018

Legenda Buru


Buru adalah reptil air yang dikatakan tinggal di lembah Ziro, sebuah kota kecil di negara bagian Arunachal Pradesh, India.

Menurut para tetua Apatani, ketika nenek moyang mereka bermigrasi ke lembah Ziro, daerah rawa di lembah itu dihuni oleh Buru.

Ilustrasi Buru

Penduduk Apatani memutuskan untuk menetap di lembah karena kesuburan dan iklim yang baik. Namun, sesekali mereka harus berhadapan dengan Buru.

Karena hal itulah mereka memutuskan untuk mengeringkan air di rawa sebagai tindakan mengurangi populasi Buru.

Sebagian besar Buru harus mati karena pengeringan tersebut, dan sebagian yang lain diduga pergi ke bawah tanah untuk mencari mata air lainnya.

Buru terakhir dilaporkan oleh seorang wanita muda yang melihatnya pada suatu malam di musim semi, saat dia sedang menggambar air.

Wanita yang terkejut itu kemudian memberitahu ayahnya tentang kejadian tersebut.

Keesokan harinya seluruh desa membantu mengisi mata air tersebut dengan batu dan tanah liat.

Pada tahun 1947, profesor Christoph von F├╝rer-Haimendorf adalah orang barat pertama yang diberitahu tentang Buru, dan pada saat itu pula makhluk yang berdiam di lembah itu dilaporkan telah punah.

Christopher von Furer-Haimendorf

Selama kunjungannya ke sebuah lembah di Himalaya yang diduduki oleh orang-orang yang dikenal sebagai penduduk Apatis, dia mendengar orang-orang pribumi ini menceritakan kisah tentang makhluk mirip kadal yang dulu tinggal di rawa-rawa di dasar lembah.

Kemudian, seorang pria bernama Charles Stonor mengunjungi lembah tersebut dan mendengar juga kisah makhluk itu dari penduduk lokal.

Penduduk lokal mengatakan kepadanya bahwa leluhur mereka telah berhasil menaklukkan Buru di dasar sebuah danau atau kolam, dengan melempari makhluk itu menggunakan batu hingga mati.

Pada saat Charles Stonor tiba, makhluk itu dikabarkan telah lama punah (kapan kepunahannya tidak diketahui).

Penampilan Buru terlihat seperi komodo, kecuali bahwa makhluk itu berwarna biru tua dengan bintik putih dan perut berwarna putih.

Buru memiliki tiga garis berduri di bagian belakang, berubah menjadi deretan ruas longgar yang membentang di bagian atas ekornya.

Buru dapat juga diklasifikasikan sebagai monster danau karena mereka menyukai habitat berair, terutama daerah rawa, danau, dan kolam air.

Panjangnya mungkin 20 kaki (6 meter), dan dilaporkan hidup di perairan terpencil di lembah pegunungan Himalaya di timur laut India.


Ahli cryptozoologist, Bernard Heuvelmans, menganggap Buru sebagai kadal monitor, karena karakteristiknya sama dengan kadal monitor.

Karakteristik tersebut seperti leher memanjang dan lidah bercabang.


Ahli cryptozoologist, Karl Shuker memiliki pendapat yang berbeda.

Dia percaya bahwa Buru adalah lungfish yang berukuran sangat besar.

Teori ini menjelaskan mengapa Buru dapat tetap bertahan hidup ketika bersembunyi di dasar danau selama periode musim kemarau dalam jangka waktu tertentu.


Secara tradisional, ada sebuah spekulasi yang menyatakan bahwa Buru adalah anggota tak dikenal dari ordo crocodilia (ordo reptil berukuran besar yang dikenal sebagai buaya).

Penduduk Apatanis juga menjuluki buaya atau aligator dengan sebutan "Buru".

Terdapat populasi buaya dalam jumlah besar yang hidup di gua-gua Afrika Utara yang cukup jauh dari perairan terbuka.

Bernard Heuvelmans dan Roy Mackal menganggap Buru sebagai kadal monitor yang mirip komodo besar, dan fosil makhluk seperti itu bisa ditemukan di anak benua India.

Heuvelmans mencatat laporan makhluk serupa dari India Barat bernama "jhoors" yang tampak berubah menjadi naga tradisional Iran (Azi Dahaka), yang merupakan adaptasi gaya lokal dari naga Cina.

Dalam daftar binatang tidak diketahui, Heuvelmans mencatat laporan makhluk serupa Buru yang datang dari Burma, dan hal itu mungkin berhubungan dengan laporan monster mirip kadal di Sungai Meikong.

George Eberhart juga mencatat sebuah rumor tentang makhluk serupa bernama "afa" di rawa Tigris di Irak.

Ketika ahli cryptozoogist memperhatikan laporan penampakan ini, mereka biasanya berpikir bahwa mereka sedang berurusan dengan kadal monitor yang sangat besar, meskipun terkadang mereka menganggap makhluk itu benar-benar seekor dinosaurus yang masih hidup.

Beberapa ahli cryptozoologist percaya bahwa beberapa Buru masih hidup, sedangkan yang lainnya menyatakan bahwa Buru mungkin telah punah, walaupun tanggal kepunahannya tidak diketahui.

(Sumber : Wikipedia)

4 komentar:

  1. Semenjak enigma ga pernah update lagi ane kira udh ga ada yg aktif bakal post ttg cryptozoology lagi, apalagi di tahun 2018 ini & akhirnya bisa baca di blog ini, thank ya min, keep post terus, semangat...

    Btw tiap malam minggu di animal planet sekitar jam 19.00 ada acara expedition mungo, itu khusus cari makhluk cryptid

    BalasHapus
  2. Yeah Cryptozoology, hal yg paling saya suka, skrg udh banyak blog yg ga update ttg makhluk cryptid, blog ini jadi mengingatkan saya sama blog enigma, tetap semangat min untuk posting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungannya, kebetulan blog ini juga terinspirasi dari blog Enigma..

      Hapus
  3. wah pantas saja serupa tapi tak sama materinya, good job

    BalasHapus