Minggu, 12 November 2017

Legenda Megalania


Megalania (Megalania prisca atau Varanus priscus) adalah kadal monitor raksasa yang berhabitat di Australia Selatan selama era pleistosen. Sisa-sisa fosil berumur sekitar 23.000-50.000 tahun yang lalu, menunjukkan bahwa Megalania pernah bertemu dengan pemukim pertama suku Aborigin di Australia.


Megalania hampir identik dengan komodo atau goanna (kadal monitor Australia), hanya saja mereka jauh lebih besar, bahkan dapat dikatakan sebagai kadal terrestrial (hewan berkeliaran di atas tanah) terbesar yang pernah ada.


Dalam lukisan di gua, suku Aborigin menggambarkan makhluk itu jauh lebih besar daripada manusia. Kebanyakan lukisan itu berusia kurang dari 10.000 tahun.



Penulis dan jurnalis bernama Peter Hancock adalah seorang ahli dalam legenda Megalania prisca.

Salah satu kisahnya mengatakan bahwa Megalania berjalan menuju lautan, lalu diserang oleh hiu putih besar, dan Megalania tersebut berhasil membunuh hiu itu dan menyeretnya ke pantai.

Hancock mencatat sangatlah aneh bahwa kisah dan lukisan itu masih segar (terbilang baru) dengan suku Aborigin di dalamnya, karena seharusnya Megalania sudah dinyatakan punah.

Kerangka Megalania di Melbourne Museum

Pensiunan tentara mengklaim pernah melihat goanna raksasa ketika dia masih muda di Emerald Creek, Queensland pada tahun 1913.

Pada tahun 1960an, seorang pendeta Prancis sedang bepergian bersama pemandunya untuk mencapai tujuan. Dalam perjalanan, dia melihat kadal raksasa berbaring pada pohon tumbang dengan matahari yang tepat menyinarinya.

Dia menyuruh pemandu untuk berhenti, tetapi karena sangat ketakutan, pemandu meneruskan perjalanannya. 


Keesokan harinya, pendeta tersebut kembali menuju tempat kejadian dan mengukur pohon yang panjangnya 40 kaki (12 meter), yang hampir sama dengan ukuran kadal raksasa tersebut.


Pada 1963, pasangan yang sedang dalam perjalanan di antara Brisbane dan the Gold Coast melaporkan telah seekor kadal raksasa berukuran 15 kaki (4,5 meter) yang datang dari sebuah jurang dan berlari melintasi jalan tepat di depan kendaraan mereka.

Pada 1981, seorang tentara dari Queensland melaporkan penampakan yang dialaminya pada Oktober 1968, ketika dia bersama rombongannya sedang dalam pelatihan hutan di kawasan Normanby.

Rombongan itu melihat sisa-sisa bagian sapi yang telah robek dan terpisah di daerah berawa. 


Mereka lalu menemukan "jejak reptil raksasa beserta bekas ekornya" tepat di tempat sapi itu berada. Rupanya sapi itu telah dibunuh di tempat lain, dan di seret menuju rawa. Rombongan itu pun segera meninggalkan lokasi kejadian.


Pada 1977, empat remaja mengklaim telah melihat reptil raksasa di jalur hutan dekat Townsville. 


Mereka mendeskripsikan makhluk itu memiliki kepala besar, leher panjang, kaki dan cakar yang besar, dan ekor panjang yang tebal.

Mereka mengatakan bahwa tubuhnya "hampir terlihat seperti gajah", dan ditutupi oleh sisik besar (belang-belang) berwarna abu-abu. 


"(Makhluk) itu panjangnya lebih dari 40 kaki (12 meter), dan berdiri setidaknya setinggi 6 kaki (1,8 meter) dengan keempat kakinya."


Penulis dan cryptozoologist, Rex Gilroy, percaya bahwa alasan kisah-kisah itu masih tergolong baru bersamaan dengan suku Aborigin di dalamnya, karena Megalania prisca belum mengalami kepunahan.

Dia juga mengaitkan hal tersebut dengan kisah bagaimana kota Euroa (Australia) telah diteror oleh kadal raksasa di tahun 1890.

Kisah itu menceritakan reptil sepanjang 30 kaki (9,1 meter) yang menyerang peternakan dan membunuh hewan ternak. 


Banyak saksi mata melaporkan telah melihatnya, sebelum makhluk itu melarikan diri menuju semak-semak.

Gilroy telah mencatat beberapa penampakan Megalania di masa modern. 


Di Alice Springs, sekelompok suku Aborigin melaporkan telah melihat reptil raksasa yang datang melalui perkemahan mereka. 

Penampakan lainnya datang dari pemimpin regu pramuka dan seorang anggota pramuka laki-laki yang melaporkan telah melihat kadal berukuran 22 kaki (6,7 meter).


Pada musim dingin tahun 1979, Gilroy menerima panggilan dari seorang petani di Moruya. 


Petani tersebut melaporkan telah melihat kadal berukuran 20 kaki (6 meter) yang juga meninggalkan jejak. Meski hujan telah menghilangkan beberapa jejak dari kadal besar yang diklaim, Gilroy sempat mencetak salah satu jejak kaki tersebut.




Pada tahun yang sama, herpetologis, Frank Gordon sedang kembali menuju mobilnya di pegunungan Wattagan, New South Wales. 


Setelah menghidupkan mesin, benda yang pada awalnya dia pikir hanyalah sebuah batang kayu, ternyata adalah seekor kadal dengan panjang lebih dari 30 kaki (9,1 meter).


Sekitar tahun 2000, seorang petani di Queensland menemukan beberapa tulang tidak biasa di kediamannya. Percaya bahwa itu adalah penemuan penting, dia memberikan tulang itu ke sebuah Universitas Paleontologist di Brisbane.

Tulang-tulang itu menimbulkan sensasi dikalangan paleontologis Australia, karena mereka yakin telah menemukan tulang Megalania, yang hanya berusia 3.000 tahun.

Pada Januari 2008, Gilroy menemukan jejak lain di sebuah jalan kecil di hutan sekitar 185 mil dari Moruya. Dia membuat cetakan dari jejak tersebut dan menemukan bukti bahwa jejak tersebut sangat mirip dengan jejak dari tahun 1979.

Kebanyakan para ahli tidak percaya bahwa penampakan Megalania itu benar-benar terjadi. 


Seorang paleontolog bernama John Long mengatakan bahwa untuk bisa bertahan hidup, Megalania membutuhkan populasi pengembangbiakan yang besar.

Selain itu, Megalania tentunya akan sangat sulit untuk bersembunyi mengingat ukuran mereka yang terbilang sangat besar.


Penemuan baru-baru ini dengan sepupu Megalania, yaitu komodo, mungkin memiliki solusi terhadap masalah pengembangbiakan populasi Megalania.

Pada 2006, telah ditemukan bahwa komodo dapat bereproduksi melalui proses yang dikenal sebagai partenogenesis. 


Melalui proses ini, betina memproduksi sel telur yang dapat berkembang tanpa melalui proses fertilisasi (pembuahan), dalam hal ini pembuahan oleh komodo jantan. Hal itu membuat spesies ini dapat bertahan di area terpencil.

Beberapa orang percaya bahwa penampakan kadal raksasa mungkin disebabkan oleh kehadiran dari komodo berukuran besar. 


Diketahui bahwa Komodo di Indonesia adalah kadal hidup terbesar yang ada di dunia.

Panjang rata-rata hewan ini adalah 2 sampai 3 meter, bahkan spesimen liar terbesar yang pernah ada memiliki panjang 3,13 meter dengan berat sekitar 166 kg.


Seorang biologis dari Smithsonian National Zoo dan ahli komodo, Trooper Walsh, percaya bahwa Megalania dan komodo mungkin berasal dari nenek moyang yang sama. 


Walsh mencatat bahwa jenis kadal ini dapat bermutasi dan beradaptasi dengan cepat. 

Dia percaya bahwa komodo dengan versi yang jauh lebih besar dapat berkembang selama beberapa generasi.

(Sumber : cryptidz.wikia, Wikipedia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar