Senin, 02 Oktober 2017

Legenda Mapinguari


Mapinguari adalah makhluk legendaris yang digambarkan sebagai makhluk menyerupai sloth tanah dengan bulu merah di hutan hujan Amazon Brazil dan Bolivia. Nama ini jika diterjemahkan memiliki arti "binatang menderu" atau "binatang buas".

Mapinguari dikenal sebagai penghuni hutan paling langka dan misterius, sekaligus menakutkan bagi suku Indian di wilayah tersebut.

Menurut cerita rakyat asli, deskripsi makhluk itu memiliki versi yang beragam, bahkan terkadang karakteristiknya sangat tidak wajar yang berhubungan langsung dengan makhluk fantasi dari mitologi Brazil.

Sebuah versi mengatakan bahwa makhluk itu hanya memiliki satu mata, bercakar panjang, kulit seperti kadal (bersisik), memiliki dua kaki belakang dan memiliki mulut kedua yang berada di perutnya.


Di versi lainnya, Mapinguari digambarkan memiliki tubuh seperti beruang raksasa, kaki belakang yang menghadap ke belakang seperti kaki armadillo raksasa, wajah seperti monyet atau bahkan manusia, dan mengeluarkan semacam gemuruh.


Ada juga laporan dari saksi mata yang menggambarkannya menyerupai kera besar atau seekor raksasa, berlengan panjang, memiliki cakar kuat yang dapat merobek pohon palem, punggung miring dengan tubuh yang ditutupi bulu tebal yang kusut, dan ketika berdiri dengan kaki belakangnya, tingginya bisa mencapai 7 kaki (2,1 meter).


Menurut legenda, makhluk ini bergerak lamban, tetapi sangat ganas dan berbahaya, karena kemampuannya dapat bergerak tanpa suara, dan dapat mengejutkan penduduk setempat bagi yang tidak memperhatikan keadaan sekitar.

Ada yang mengatakan bahwa makhluk itu mengeluarkan bau busuk, dan senjata seperti panah dan peluru, tidak dapat menembus kulitnya.

Salah satu kelemahannya yang telah diketahui adalah makhluk ini sangat menghindari wilayah berair, karena hal itu dapat membatasi pergerakannya.

Mapinguari diyakini sebagai karnivora, hal ini beralasan karena sebuah laporan tahun 1937 dari Brazil tengah yang mengklaim bahwa Mapinguari telah mengamuk selama tiga minggu, menewaskan lebih dari 100 ekor sapi.

Tidak seperti kebanyakan makhluk cryptid lainnya yang ketika bertemu dengan manusia selalu melarikan diri, makhluk ini dengan agresif akan memburu para pemburu, atau siapapun yang menggangu lingkungannya di hutan.

Patung Mapinguari

Beberapa legenda bahkan mengaitkannya dengan kekuatan supranatural. 


Hal ini didasarkan pada cerita klasik tentang seorang dukun Indian berwujud seperti werewolf yang menemukan rahasia keabadian, namun dia malah berubah menjadi sosok monster yang mengerikan.

Patung Mapinguari

Desas-desus pertama mengenai makhluk ini sampai ke Eropa pada abad ke-16, ketika seorang pelaut membawa pulang cerita tentang "harimau air" yang didukung oleh penemuan tulang fosil.

Pada tahun 1789, Dr. Bartolome de Muñoz menemukan tulang megatherium di dekat apa yang sekarang sebut Buenos Aires. 


Dia memberikannya kepada Raja Spanyol, sehingga mendorong Raja Spanyol untuk meminta spesimen lengkap hewan itu baik dalam keadaan hidup maupun mati.

Kerangka Megatherium

Kisah itu berlanjut pada akhir abad ke-19, saat Gubernur provinsi Santa Cruz, Ramón Lista sedang berkendara di Patagonia Selatan, saat dia melihat seekor binatang berambut pirang menyerupai apa yang dia sebut "trenggiling raksasa" berlari melintasi jalannya.

Dia sempat melepaskan beberapa tembakan, namun tercengang saat melihat pelurunya memantul dari kulit binatang itu. 


Dia hanya menceritakan kisah itu kepada seorang kolektor hewan bernama Carlos Ameghino.

Dengan banyaknya kisah tentang Mapinguari, membuat banyak cryptozoologist tertarik dengan laporan makhluk ini.

Sebuah teori mengatakan bahwa Mapinguari adalah sejenis primata raksasa, atau hewan pemakan semut raksasa (Myrmechopaga), atau mungkin sloth raksasa (contohnya Mylodon).

Myrmechopaga

Mylodon

Bulu dan kulit Mylodon

Beberapa upaya pencariannya terbukti tidak membuahkan hasil. 


Salah satu dari sekian banyak peneliti yang mencoba mencari bukti keberadaan Mapinguari adalah ahli ornitologi bernama David Oren.

Selama ekspedisinya, dia telah mengumpulkan berbagai bukti seperti bulu, kotoran dan jejak dari jalur (makhluk atau hewan) yang tidak meyakinkan.

Meski begitu, David Oren tetap menganggap makhluk itu nyata, hanya saja mereka sulit dipahami, jarang ditemui, dan sepertinya mereka selalu berusaha menghindari kontak dengan manusia.

David Oren, yang juga adalah seorang ahli biologi dan ahli ilmu pengetahuan dari Harvard dan Yale, membuat pernyataan bahwa Mapinguari mewakili tloth tanah versi Brazil yang masih ada. 


Mungkin itu adalah spesies hidup dari hewan yang diyakini telah punah selama 8.000 tahun yang lalu.

"Sangat jelas bagi saya bahwa legenda Mapinguari didasarkan pada kontak manusia dengan sloth tanah."

"Kami tahu bahwa spesies (yang telah) punah bisa bertahan sebagai legenda selama ratusan tahun, tapi apakah hewan semacam itu masih ada atau tidak, itu adalah pertanyaan lain," Ujar Oren.

Seekor megatherium pernah menjadi salah satu mamalia terbesar yang berada di bumi dengan ukuran lebih besar dari seekor gajah. 


Bukti fosilnya melimpah dan meluas di Amerika Selatan, Selatan Cile, dan utara Florida.

Megatherium

Bukti kehidupan sloth raksasa di zaman modern telah beberapa kali ditemukan, seperti keterangan orang Indian yang memburu mereka, penemuan kulit segar, kotoran, dan jejak kaki di sebuah gua di wilayah Patagonia pada tahun 1895.

Orang Indian mengungkapkan bahwa ketika mereka mencoba memburu makhluk itu dengan panah, panah itu memantul dari kulit mereka.

Penelitian berikutnya kemudian menemukan petunjuk bahwa Megatherium memiliki semacam lapisan armor tipis kuat yang berada di kulitnya. 


Lapisan itu juga terlihat pada kulit yang ditemukan di dalam gua.


Lista adalah teman naturalis Argentina, Moreno dan Ameghino. Dia telah ditugaskan oleh pemerintah Argentina untuk menjelajahi ceruk (semacam gua di gunung) tak diketahui di Patagonia , selama sengketa perbatasan yang berkecambuk dengan Cile.

Saat berkendara di pedalaman wilayah Patagonian Santa Cruz, dia telah melihat dan menembak makhluk misterius yang kemudian menghilang ke dalam pepohonan. 


Lista menggambarkan makhluk itu sebagai trenggiling tanpa sisik yang ditutupi dengan rambut abu-abu kemerahan.


Ameghino juga pernah mendengar kisah yang melibatkan "makhluk misterius berkaki empat di pedalaman wilayah Santa Cruz, yang tinggal di sebuah lubang di tanah, yang hanya keluar pada malam hari."

Menurut orang Indian : "Itu adalah makhluk aneh dengan cakar panjang dan penampilan yang mengerikan, tidak mungkin untuk dibunuh, karena memiliki tubuh yang tidak dapat ditembus senjata api dan rudal."

Bukan hal aneh jika makhluk yang sebelumnya dianggap punah oleh para ilmuwan, telah lebih dulu ditemukan dalam kondisi hidup oleh penduduk setempat.

Sebagai contohnya, seekor Chacoan peccary atau tagua (Catagonus wagneri) yang diperkirakan telah punah dalam beberapa ratus tahun terakhir, dan sempat dinyatakan telah punah (hanya makhluk mitos), pada akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi hidup di Paraguay pada tahun 1975.

Chacoan peccary

Ratusan orang mengklaim telah melihat Mapinguari, dan beberapa di antaranya mengatakan telah melakukan kontak langsung dengan makhluk tersebut.

Seorang Indian berusia 27 tahun bernama Geovaldo Karitiana, tidak ragu untuk mengatakan bahwa Mapinguari itu nyata. 


Dia mengklaim telah melihatnya saat tengah berburu di hutan, dekat dengan daerah yang disebut oleh sukunya sebagai gua dari Mapinguari.

Dalam sebuah wawancara dia mengatakan :

"(Makhluk) itu datang ke arah desa dengan membuat kebisingan, (makhluk) itu lalu berhenti di dekat saya. Saat itulah bau busuknya membuat saya pusing, dan lelah, sehingga saya pingsan. Saat ayahku datang, Mapinguari itu telah pergi."

Ketika dia membawa ayahnya ke lokasi pertemuannya dengan Mapinguari, mereka melihat sebuah jalur yang telah dilalui oleh makhluk itu. Seolah-olah sebuah batu besar telah berguling, meruntuhkan semua pohon, dan tanaman merambat di hadapannya.

Joao Batista Azevedo mengatakan bahwa dia melihat Mapinguari saat menaiki kano di desa terdekat.

"Saya bekerja di tepi sungai, saat mendengar jeritan yang mengerikan. Tiba-tiba sesuatu yang terlihat seperti seorang pria keluar dari hutan. Semuanya tertutupi rambut. Dia berjalan dengan dua kaki, dan syukurlah dia tidak mendatangi saya. Saya akan selalu mengingat hari di mana peristiwa itu terjadi."


Hampir setiap suku Indian di Amazon menganggap makhluk itu sebagai legenda pedesaan. 


Ketika ditanya tentang satwa liar setempat, mereka akan menyebutkan sosok sloth menakutkan yang mendiami daerah berbukit dan berhutan di wilayah yang mereka tempati.


Seorang etnobiologi Amerika dan antropolog Amazon Tengah, Gleen Shepard Jr mengatakan bahwa ada seorang anggota suku yang pernah melihat Mapinguari di Museum sejarah alam (Museum of Natural History) di Lima. 


Setelah diperiksa, ternyata pria tersebut melihat model sloth tanah prasejarah raksasa.


Pendapat yang berbeda dikemukakan oleh seorang novelis bernama Márcio Souza, yang percaya bahwa Mapinguari hanyalah mitos. 


"Penggundulan hutan di Amazon telah terjadi begitu cepat selama generasi terakhir ini. Jika makhluk itu benar-benar ada, mungkin akan ada semacam pertemuan lebih dekat di zaman sekarang."

"Saat anda bepergian di Amazon, anda terus-menerus mendengar tentang hewan ini, terutama saat anda berhubungan dengan masyarakat adat. Tapi, bukti ilmiah yang meyakinkan dalam bentuk sisa-sisa tulang, darah, atau kotoran, selalu kurang," Ujar Peter Toledo, seorang ahli sloth di Institut Goeldi.

Josh Gates, seorang petualang dunia dan pencari kebenaran, pergi menuju hutan hujan Brazil untuk mencari Mapinguari yang legendaris.

Dia mengikuti laporan monster raksasa itu dan menemukan dugaan bahwa makhluk itu mungkin keturunan dari spesies sloth raksasa yang telah lama dianggap punah.

Paramylodon, jenis sloth tanah yang pernah hidup di Patagonia

Orang skeptis akan terus berpendapat bahwa Mapinguari hanyalah sebuah legenda.

Namun, jika dugaan David Oren tentang megatherium itu benar, tentunya hal itu akan menjadi bukti tentang sebuah misteri dari keberadaan makhluk yang belum terjelajahi dan tereksplorasi di pedalaman hutan Amazon.

(Sumber : Wikipedia, cryptidz.wikia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar