Kamis, 12 Oktober 2017

Legenda Ahool


Ahool atau Athol adalah makhluk cryptid terbang yang diduga sebagai kelelawar raksasa. Sebagian lainnya menggambarkannya sebagai pterosaurus hidup, atau mungkin primata terbang.

Panggilan khasnya adalah A-hool, sedangkan sumber lainnya memanggilnya menjadi ahOOOooool.

Ahool digambarkan sebagai makhluk berwajah kelelawar atau primata (simpanse), bermata gelap yang besar, memiliki cakar besar di lengannya, seluruh tubuhnya ditutupi bulu berwarna abu-abu, tingginya kira-kira 1,3 meter dan memiliki sayap selebar 3 meter.


Dikatakan bahwa Ahool adalah makhluk yang memakan banyak sumber makanan, namun akan mengkonsumsi daging dalam jumlah besar, seperti mengincar berbagai hewan mulai dari kucing kecil hingga manusia dewasa.


Ketika memangsa korbannya, Ahool akan meluncur dari puncak pohon menuju ke arah mereka dengan rahang yang terbuka lebar dan "menutupi atau menyelimuti" mangsanya dengan sayap besarnya, bersamaan dengan gigitan fatal yang mengarah ke leher, sehingga memecahkan tulang belakang, dan biasanya langsung membunuh mangsanya secara instan.


Hanya sedikit sekali informasi yang bisa didapat mengenai Ahool.

Keterangan lainnya menyebutkan bahwa Ahool ini konon hidup di hutan hujan terdalam di Indonesia.

Menurut Loren Coleman dan Jerome Clark, Ahool pertama kali dilaporkan oleh Dr. Ernest Bartels pada tahun 1925, saat Bartels menerbitkan kisahnya ketika menjelajahi gunung Salak di pulau Jawa.

Ahli cryptozoology, Ivan T. Sanderson, berspekulasi bahwa Ahool mungkin kerabat Kongamato di Afrika.

Kongamato

Sementara yang lainnya berpendapat bahwa itu adalah pterosaurus hidup. 


Hal itu didasarkan pada sayapnya yang terlihat kasar dan keras.

Pterosaurus juga memiliki sayap yang ditutupi bulu halus untuk mencegahnya kehilangan panas.

Pterosaurus

Tercatat bahwa ada dua burung hantu berkepala bulat, tak bertelinga, dan berukuran menengah (termasuk berbadan besar) yang hidup di Jawa, yaitu spotted wood owl (Strix seloputo) dan Javan wood owl (Strix (leptogrammica) bartelsi).

Spotted wood owl (Strix seloputo)

Bartel's Wood owl atau Javan wood owl

Javan Wood owl atau Bartel's Wood owl menjadi salah satu jenis burung yang sangat menjanjikan untuk memecahkan misteri Ahool.

Burung hantu ini memiliki wajah datar dengan mata gelap yang dibesarkan oleh bulatan hitam, dan paruh yang sedikit menonjol.


Seluruh tubuhnya berwarna coklat keabu-abuan (bila di lihat dari bawah) dan memiliki seruan khas, yaitu sebuah teriakan HOOOH! tunggal yang keras dan kuat, dengan jeda panjang di antara seruannya.

Seperti kebanyakan burung hantu berukuran besar lainnya, mereka ini sangat teritorial selama musim kawin, dan akan mengusir atau menakuti penyusup (baik hewan maupun manusia) yang menggangu wilayahnya dengan serangan dari atas dan dari arah belakang.

Ketika terbang, burung ini benar-benar tidak mengeluarkan suara, sehingga korbannya akan menyadari kehadirannya, jika jaraknya sudah sangat dekat.

Javan Wood owl adalah burung langka dan sulit ditangkap, yang jarang teramati oleh orang-orang, bahkan oleh para ahli ornithologist (ahli burung).

Diketahui dapat ditemukan di hutan pegunungan terpencil pada ketinggian sekitar 1.000 sampai 1.500 meter.


Dari penampilan dan tingkah lakunya, burung hantu ini cocok dengan karakteristik Ahool, walaupun hal itu akan memberikan pandangan bahwa Ahool adalah mamalia.

Burung hantu di Jawa pada umumnya tidak disebutkan dalam diskusi cryptozoological tentang Ahool, dan sebagian besar penulis cryptozoology nampaknya sama sekali tidak menyadari keberadaan burung tersebut. 


Identitas dan keberadaan Ahool masih menjadi misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini.

(Sumber : Wikipedia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar