Selasa, 26 September 2017

Jerapah putih langka tertangkap kamera di Kenya


Pada 16 September, muncul sebuah rekaman video yang memperlihatkan dua ekor jerapah putih langka yang terlihat untuk pertama kalinya di alam liar Kenya.

Jerapah tersebut diketahui mengalami leucism, sebuah kondisi genetik di mana terjadi pengurangan pigmentasi pada sel kulit, sehingga seluruh tubuhnya berwarna putih, dan terlihat tidak memiliki bintik khas yang biasa dimiliki jerapah pada umumnya.


Tidak seperti kondisi albinisme yang membuat mata penderitanya terlihat berwarna sangat pucat (cenderung putih), leucism tidak mempengaruhi warna mata.


Jerapah itu terlihat di Garissa County, Kenya, sebuah kawasan yang dikelola oleh Hirola Conservation Program (HCP).

Setelah mendapat laporan tersebut, pendiri Hirola Conservation Program, Abdullahi H. Ali berserta beberapa anggota lainnya langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

"Mereka begitu dekat, dan sangat tenang, sepertinya tidak terganggu oleh kehadiran kami."


"Sang ibu terus berjalan kesana-kemari beberapa meter di depan kami, sambil memberi tanda kepada bayi jerapahnya untuk bersembunyi di balik semak-semak - karakteristik sebagaian besar ibu satwa liar di alam liar untuk mencegah predasi anak-anak mereka," tulis Hirola Conservation Program dalam postingan blog mereka.


Menurut HCP, ini adalah penampakan jerapah putih ketiga yang telah diketahui.

Di Tanzania, seekor anak jerapah yang dipanggil Omo, berhasil diamati pada bulan Januari 2016 di Taman Nasional Tarangire.

Jerapah putih bernama Omo di Tarangire National Park, Tanzania

Sedangkan, seekor jerapah putih kedua dilaporkan terlihat di Konservasi Ishaqbini pada bulan Maret 2016.

Jerapah terdaftar sebagai hewan "rentan" punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Hirola Conservation Program (HCP) bersama masyarakat lokal dan kelompok konservasi lainnya, bekerja sama untuk melindungi satwa liar langka yang terancam punah tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar