Jumat, 04 Agustus 2017

Legenda Chupacabra


Chupacabra atau Chupacabras (pengucapan bahasa Spanyol : [tʃupaˈkaβɾas]) adalah makhluk legendaris dalam cerita rakyat Amerika, yang pertama kali terlihat di Puerto Rico. Nama itu diambil karena kebiasaan makhluk itu yang dilaporkan menyerang dan meminum darah hewan ternak, terutama hewan kambing.

Nama Chupacabras dapat diterjemahkan secara harfiah sebagai "penghisap kambing", dari gabungan kata chupar ("menghisap") dan cabra ("kambing). 


Dalam bahasa Spanyol, makhluk ini diberi nama El Chupacabras atau Los Chupacabras.

Chupacabra dideskripsikan sebagai makhluk mirip reptil, dengan kulit abu-abu kehijauan kasar atau bersisik dan memiliki duri yang berada di pungggungnya. 


Makhluk ini dikatakan memiliki tinggi sekitar 3 sampai 4 kaki (0,9 - 1,2 meter). Memiliki kecepatan berlari sangat cepat dan dapat melompat seperti seekor kangguru.


Deskripsi lainnya mengatakan bahwa Chupacabra adalah jenis anjing liar yang aneh. Sebagian besar tidak berbulu dan memiliki tulang belakang yang menonjol. Memiliki soket mata yang luar biasa, bertaring dan memiliki cakar yang tajam.


Jejak yang diduga berasl dari Chupacabra

Penampakan Chupacabra dimulai pada tahun 1947, ketika surat kabar Puerto Rico, El Vocero dan El Nuevo, memberitakan bahwa hewan ternak petani setempat, seperti kambing, burung, kuda, dan ternak lainnya ditemukan telah terbunuh secara misterius.

Pembunuhan ini pun menyebar di seluruh pulau, dan sekitar ratusan peternakan melaporkan hal yang sama. 


Laporan pembunuhan aneh tersebut memiliki satu pola yang sama, yaitu setiap hewan yang ditemukan telah tewas, memiliki lubang bekas tusukan di lehernya.



Pada tahun 1975, pembunuhan serupa di kota kecil Moca, dikaitkan dengan El Vampiro de Moca ("The Vampire of Moca"). 


Pada awalnya, pembunuhan ini diduga dilakukan oleh sekelompok pemuja setan, namun dugaan itu ternyata salah. 

Kemudian laporan tentang pembunuhan ini menjadi semakin menyebar, dan banyak peternakan melaporkan kematian hewan ternak mereka.



Serangan pertama dilaporkan terjadi pada bulan Maret 1995 di Puerto Rico. 


Delapan ekor domba ditemukan tewas, masing - masing memiliki tiga luka tusukan di daerah dada dan benar-benar dalam kondisi kehabisan darah.


Setelah ramai menjadi bahan perbancangan di Puerto Rico, kasus kematian aneh lainnya dilaporkan terjadi di negara lain, seperti Republik Dominika, Argentina, Bolivia, Cile, Kolombia, Honduras, El Savador, Nikaragua, Panama, Peru, Brasil, Amerika Serikat da Meksiko.

Kebanyakan dari negara tersebut, mengatakan bahwa kematian ini adalah ulah dari Chupacabra. 


Dengan segera, kisah Chupacabra pun akhirnya menyebar ke seluruh wilayah dan menjadi terkenal.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada bulan Agustus, seorang saksi mata bernama Madelyne Tolentino, melaporkan bahwa dia melihat makhluk itu di kota Puerto Rico di Canovanas, ketika 150 hewan ternak dan hewan peliharaan lainnya dilaporkan telah terbunuh olehnya.


Penampakan Chupacabra di Puerto Rico

Pada tahun 1997, penampakan Chupacabra di brasil dilaporkan oleh surat kabar Brasil. 


Salah satunya datang dari seorang perwira polisi yang mengaku merasa mual, saat melihat seekor Chupacabra dengan bentuk seperti anjing pada sebuah batang pohon.

Penampakan Chupacabra mulai terjadi di Amerika Serikat, khususnya di pinggiran kota Washington D.C, dan di luar wilayah Philadelphia, Pennsylvania.

Foto langka yang memperlihatkan Chupacabra tengah menyerang mangsanya.

Berita tentang Chupacabra sedikit mereda pada tahun 2000, namun kemudian ramai menjadi perbincangan kembali di tahun 2004, ketika makhluk itu mulai menyerang seorang peternak di Texas.

Pada Juli 2004, seorang peternak di dekat San Antonio, Texas, berhasil membunuh seekor binatang seperti anjing, tapi tidak berbulu, yang menyerang ternaknya. 


Binatang tersebut dikenal dengan nama Elmendorf Creature. Binatang itu diklaim sebagai anjing, kemungkinannya jenis Coyote, dengan penyakit kudis yang parah.


Pada Oktober 2004, dua hewan yang sangat mirip dengan Elmendorf Creature, terlihat di daerah yang sama. Hewan pertama sudah mati, dan seorang ahli zoologi lokal dipanggil untuk mengidentifikasikan hewan tersebut. Spesimen itu dipelajari oleh ahli biologi di Texas.

Pada tahun 2005, Issac Espinoza melaporkan telah menghabisan hampir $ 6 juta, uang miliknya sendiri, untuk melacak keberadaan Chupacabra. Dia tinggal di hutan Amerika Selatan selama delapan bulan bersama tim peneliti, jurnalis video, dan pemandu lokal. 


Selama pencariannya, tim tersebut memiliki beberapa pertemuan cukup dekat dengan makhluk yang tidak dapat diidentifikasikan oleh para peneliti. 

Mereka mampu menangkap beberapa pertemuan mereka deengan makhluk itu dalam sebuah kamera dan semuanya diserahkan ke Universitas Texas untuk dianalisa. 

Seorang profesor cryptozoology di University of Texas bernama Hugo Mata, mengatakan bahwa sampel rambut dan kulit yang dikirim oleh tim pencarian itu, tidak sesuai dengan spesies yang telah diketahui di bagian negara tersebut.

Chupacabra yang terlihat di Texas pada tahun 2005

Di Albuquerque, New Mexico, seorang wanita bernama Rebecca Tuggle, sedang dalam perjalanan menuju mobilnya. Saat itu dia mendengar suara mendesis yang misterius. Saat dia berbalik, dia langsung ketakutan, karena melihat makhluk yang menyerupai gabungan seekor kadal, kangguru dan kelelawar, dengan duri yang tertancap di punggungnya.


Makhluk itu kira-kira setinggi satu meter dan sedang mendengus kepadanya.  Dia mengaku merasa mual dan hampir pingsan. Matanya dikatakan bersinar dan makhluk itu berbau zat sulfat.

Penampakan lain dikabarkan terjadi di Grand Haven, ketika seorang pria berusia 42 tahun, mengaku melihat makhluk itu sedang menyedot darah seekor kucing.

Pada tahun yang sama di Coleman, Texas, seorang petani bernama Reggie Lagow, menangkap seekor binatang yang tidak dikenal dalam perangkap yang dia buat, setelah kematian sejumlah ayam dan kalkun milikya. 


Binatang yang tampak seperti campuran antara seekor anjing tanpa rambut, tikus dan kangguru itu langsung dilaporkan ke Texas Park and Wildlife, dengan harapan bisa mengetahui jenisnya. 

Tapi, dalam sebuah wawancara dengan John Adolfi, Reggie Lagow mengatakan bahwa "makhluk itu tertangkap hari selasa dan dibuang di tempat sampah pada hari kamis."


Pada bulan April 2006, MosNews melaporkan bahwa Chupacabra terlihat untuk pertama kalinya di Rusia. 


Laporan dari Rusia tengah yang dimulai pada bulan Maret 2005, menceritakan seekor binatang buas yang membunuh hewan dan menghisap darah mereka. Sebanyak tiga puluh dua kalkun berhasil dibunuh dengan darah yang telah dihisap.

Laporan lain datang dari desa-desa sekitarnya, ketika tiga puluh domba terbunuh dengan darah yang telah habis.

Pada Agustus 2006, Michelle O'Donnell dari Turner, Maine, menggambarkan makhluk itu mirip dengan anjing jahat bertaring, yang ditemukan di sebuah jalan, dan telah tertabrak oleh mobil. Namun, pernyataan tersebut masih diragukan.

Beberapa foto diambil, berserta laporan saksi mata yang sepakat bahwa penampilan makhluk itu terlihat seperti anjing betina, tapi mereka yakin bahwa itu tidak seperti seekor anjing ataupun serigala yang biasa terlihat di daerah tersebut.

Selama bertahun-tahun, penduduk Maine telah melaporkan makhluk misterius yang menyedot darah mangsanya.


Pada September 2006, Lost World Museum memperoleh sisa-sisa yang mungkin berasal dari makhluk yang dikenal sebagai Chupacabra, yang diburu dan dibunuh pada akhir Agustus 2006. 


Geordie Decker dan Josh Underwood dari Berkshire, New York, menyerahkan tulang dari binatang yang suka melompat, bermata kuning dengan rambut orange di kepalanya itu ke John Adolfi selaku pemilik Museum tersebut.

Tulang-tulang itu dapat dilihat di situs web Lost World Museum. 


Sementara itu, pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terus dilakukan untuk memecahkan misteri Chupacabra.


Pada bulan yang sama di tahun 2006, seorang karyawan hotel bernama Valerie Paul dari Alburquerque, New Mexico, terkejut dengan suara mendesis saat tiba untuk bekerja sekitar pukul 7 pagi. 


Dia melirik ke lantai enam Amerisuites Hotel, dan melihat dua mata merah menyala sedang mengintip ke arahnya. Makhluk itu menyerupai gargoyle dan berbau belerang.

Dia sempat menjadi bingung dan pusing, sebelum akhirnya bisa kembali masuk ke kendaraanya. 


Namun, makhluk itu mengikutinya dan memecahkan kaca depannya, sebelum melompat kembali ke atap hotel dan menghilang.

Seorang roper bernama Trey Rogers, melihat apa yang dia yakini sebagai El Chupacabra di High Rolls, New Mexico, dekat Alamogordo. 


Dia sedang berada di hutan dengan pistol bola cat (paint ball) miliknya, saat melihat seekor binatang merah muda berukuran sedang yang memiliki duri di punggunggnya dan sayap di sisinya.

Sebelum Rogers bisa menembaknya, makhluk itu sudah pergi dengan kecepatan yang sangat cepat, dan itu adalah hal tercepat yang pernah dilihat olehnya.

Pada tahun 2007, Phylis Canion memperlihatkan sebuah foto, dan kepala dari apa yang dia sebut sebagai Chupacabra yang telah dibekukan, di rumahnya yang terletak di Cuero, Texas.




Pada tahun 2008, hasil analisis DNA mengenai spesimen Chupacabra yang dilakukan oleh MonsterQuest History Channel, menemukan bahwa makhluk itu memiliki campuran kromosom yang ada pada coyote dan serigala.

Pada Agustus 2008, muncul sebuah video yang diduga berhasil merekam Chupacabra di kota kecil Cuero, Texas pada siang hari. 


Rekaman tersebut berasal dari kamera yang dipasang di mobil Sheriff Brandon Riedel.

Dia dan rekannya sedang memeriksa garis pagar di jalan dekat Cuero, saat mereka melihat makhluk aneh seukuran coyote, sedang berjalan di hadapannya.

Riedel yang telah bekerja selama delapan tahun, terpikir untuk menyalakan kamera dashbor mobil patrolinya, untuk merekam makhluk itu. 


Dia melihat beberapa ciri yang tidak biasa, seperti kaki depan pendek dan kaki belakang yang panjang, kulit yang tidak berambut, dan moncong yang panjang.

Dia mengatakan bahwa dirinya belum pernah melihat hal seperti ini selama bertahun-tahun berpatroli di jalan Cuero yang berdebu.



Chupacabra sempat terekam kamera di San Antonio sedang membawa
sesuatu (mungkin mangsanya) di mulutnya.

Penampakan Chupacabra di Texas pada tahun 2011

Pada tahun 2016, makhluk misterius yang diduga Chupacabra
dibunuh oleh seorang petani di Ukrania.

Ada sebuah teori yang menyatakan bahwa Chupacabra adalah produk eksperimen genetik milik pemerintah Amerika Serikat. 


Penampilan makhluk aneh itu tidak mungkin berevolusi dari binatang yang sudah diketahui.


Orang yang mempercayai teori tersebut percaya bahwa Chupacabra di produksi di sebuah laboratorium, dan pihak Amerika Serikat mungkin mengoperasikan fasilitas rahasia, yang bertempat jauh di hutan Puerto Rico.

Mungkin Chupacabra adalah hasil percobaan rekayasa genetika yang berubah menjadi bencana dan entah bagaimana bisa berhasil lepas dari fasilitas tersebut dan mulai berkeliaran.

Kemungkinan lainnya adalah pemerintah melepas segerombolan Chupacabra ke negara musuh, untuk menghancurkan persediaan makanan mereka, atau kemungkinan bahwa Chupacabra ini dimaksudkan untuk memangsa manusia dan memenangkan perang, tanpa melibatkan tentara untuk melakukan penyerangan.

Teori lainnya mengatakan bahwa Chupacabra ini semacam Alien.


Memang penampakan ufo atau benda terbang tak dikenal di wilayah Puerto Rico cukup sering terjadi dan telah berlangsung selama beberapa dekade. 


Mereka percaya bahwa Chupacabra adalah binatang asing yang berhasil lolos dari pesawat Alien, dan sengaja ditinggalkan di planet ini, sehingga pada akhirnya makhluk ini mulai menyerang hewan ternak milik warga.

Namun sampai sekarang, tidak ada bukti yang cukup kuat untuk mendukung kedua teori tentang Chupacabra di atas.

Kabarnya misteri makhluk legendaris Chupacabra telah berhasil dipecahkan oleh seorang ahli biologi bernama Barry O'Connor di University of Michigan. 


Barry O'Connor mengatakan bahwa kebanyakan penampakan Chupacabra mungkin ada hubungannya dengan seekor coyote dengan penyakit kudis, yang disebabkan oleh tungau di kulitnya.

Barry O'Connor dan ilmuwan lainnya menyimpulkan bahwa seekor kutu berkaki 8 yang berada di bawah kulit seekor coyote, dapat memberi hewan ini tampilan layaknya sosok Chupacabra.

Dia menjelaskan bahwa tungau yang bertanggung jawab atas kerontokan rambut ekstrim, yang terlihat pada "Sindrom Chupacabras" adalah Sarcoptes Scabiei


Tungau ini juga dapat menyebabkan ruam gatal yang dikenal sebagai kudis pada manusia.

Sarcoptes Scabiei

Para ilmuwan percaya bahwa Chupacabra sebenarnya adalah coyote dengan kondisi penyakit kudis yang parah. 


Anjing domestik mungkin memiliki kemampuan melawan penyakit tersebut, tetapi tidak dengan anjing liar, rubah, serigala ataupun coyote.

Sejumlah besar tungau yang berada di bawah kulit menyebabkan peradangan, yang berakibat pada terjadinya penebalan kulit. Ketika suplai darah ke folikel rambut terputus, bulu atau rambut akan jatuh.

Dalam kasus yang sangat buruk, kondisi hewan yang melemah, membuka pintu masuk bagi bakteri yang menyebabkan infeksi kulit sekunder. 


Hal inilah yang terkadang menghasilkan aroma seperti bau busuk. 

Ketika semua gejala itu digabungkan, maka hewan tersebut akan terlihat berpenampilan jelek, telanjang, berkulit kasar, dan berbau. 

Semua itu sesuai dengan gambaran umum dari sosok legendaris Chupacabra.

Di bawah ini adalah foto coyote yang terkena kudis :



Hewan yang dipenuhi kudis, cenderung berburu mangsa yang lebih mudah. Sebagai contohnya adalah hewan-hewan peliharaan.

Barry O'Connor mengatakan : "Karena hewan-hewan ini sangat lemah, mereka akan kesulitan berburu. Jadi mereka mungkin terpaksa harus menyerang hewan ternak, karena hal itu lebih mudah daripada menyerang (mengejar) seekor kelinci atau seekor rusa."

Anjing liar bukan satu-satunya hewan yang bisa menderita tungau mematikan. 


Seekor tupai yang terinfeksi, sering membuat hewan itu sekilas mirip dengan Chupacabra. Itulah alasan mengapa terkadang Chupacabra dapat juga terlihat di antara pepohonan, maupun di atas permukaan tanah.

(Sumber : Wikipedia)

2 komentar: