Minggu, 09 Juli 2017

Penemuan Salamander raksasa di Gua Cina


Kejadian ini terjadi pada tahun 2015, ketika seorang pria berhasil menemukan seekor salamander berukuran sangat besar di sebuah gua yang terletak di dekat kota Chongqing, Cina. Setelah diukur, salamander ini memiliki panjang sekitar 1,4 meter dan berat mencapai 52 kilogram.


Salamander raksasa Cina (Andrias davidianus) adalah salamander terbesar di dunia yang panjangnya dapat mencapai 165 cm, bahkan sampai 180cm, meskipun jarang sekali  yang dapat mencapai ukuran tersebut. 


Hewan ini merupakan spesies asli dari negara Cina. 

Spesies ini hidup di perairan air dingin di sekitar pegunungan dan menyukai hidup di dalam gua. 

Untuk bertahan hidup, salamander biasanya memakan serangga, ikan, kepiting, udang dan katak.

Hewan ini termasuk salah satu spesies tertua yang ada di planet bumi dan dikabarkan sudah hidup sejak jaman dinosaurus, walaupun tidak mengalami perubahan yang signifikan pada bentuk tubuhnya, salamander terkadang juga disebut sebagai fosil hidup.


Semakin hari populasi hewan ini semakin menurun, salah satu peyebabnya, selain karena habitatnya semakin hilang dan pencemaran lingkungan, adalah karena ulah manusia. 


Karena gerakannya yang lambat, membuat manusia dengan mudahnya memburu dan menangkap hewan ini untuk dijadikan santapan yang lezat, maupun untuk digunakan sebagai obat-obatan tradisional. 

Karena hal tersebut, keberadaan salamander raksasa menjadi sangat langka dan semakin terancam punah.

Menurut cerita rakyat Asia, seekor salamander raksasa yang begitu besar dapat menyerang sebuah kapal yang berisikan orang di dalamnya. 


Sementara itu, dalam bahasa Cina, salamander dikenal sebagai (娃娃鱼 / 鲵) memiliki arti "ikan bayi". Hal ini beralasan karena salamander dikenal dapat mengeluarkan suara seperti merengek atau mendesis, dan suaranya juga memiliki kemiripan yang mencolok dengan suara tangisan bayi.


Mengenai salamander raksasa yang ditemukan di gua Cina, para ahli berpikir mungkin saja hewan ini telah berusia lebih dari 200 tahun, hal ini sangatlah berbeda dengan yang terjadi di penangkaran. 


Jika spesies ini hidup di penangkaran, usianya paling hanya mampu mencapai kisaran 50 tahun saja.

Namun, menurut National Geographic, walaupun umur dari salamander ini tidak mencapai 200 tahun, hewan ini tetaplah sangat langka dan jarang sekali dapat ditemukan dengan ukuran sebesar ini.

Ketika pria ini menemukannya di gua, dia langsung menghubungi pihak berwenang dan tidak lama setelah itu, mereka menangkap hewan tersebut dan memindahkannya ke sebuah fasilitas untuk diperiksa dan juga diberi perlindungan, serta dipelajari untuk studi lebih lanjut.





Seorang herpetologis dan peneliti di University of California, mengatakan :

"Ini adalah salamander besar, dan mereka tumbuh dengan perlahan."

"Tapi yang tertua yang pernah saya dengar berusia 50 tahun, dan itu berada di penangkaran."

Meski salamander raksasa jarang terdengar di alam liar, herpetologist di University of Georgia yang juga sekaligus seorang penjelajah National Geographic, Todd Pierson percaya bahwa masih ada jenis salamander raksasa lainnya di alam liar dan kebanyakan dari mereka akan berasal dari gua-gua yang tersembunyi.

1 komentar:

  1. Terimakasih infonya. Sangat bagus sekali. Jangan lupa kunjungi website resmi kami http://bit.ly/2MBC6vZ

    BalasHapus