Sabtu, 08 Juli 2017

Legenda Kura-kura Danau Hoàn Kiếm


Selama bertahun-tahun, beberapa orang telah melaporkan adanya penampakan kura-kura raksasa yang terlihat di Danau Hoàn Kiếm yang terletak di Hanoi, Vietnam. Namun, masyarakat setempat lebih percaya, jika binatang ini tidak lebih dari sekedar mitos dan legenda setempat, yang telah diceritakan secara turun-temurun.

Danau Hoàn Kiếm atau dalam bahasa Vietnam memiliki arti "Danau kembalinya pedang" adalah sebuah danau yang terletak di pusat Hanoi, ibukota Vietnam. 


Kedalaman rata-rata di danau ini sekitar 3,9 kaki (1,2 meter) dengan kedalaman maksimal 6,6 kaki (2 meter). 

Danau ini terkenal dengan Legenda tentang seekor kura-kura raksasa yang hidup di sekitar danau, dan pertemuan kura-kura itu dengan Raja Lê Lợi.


Sebuah bangunan bernama Turtle Tower (Tháp Rùa) dapat terlihat berdiri kokoh di pulau kecil yang berada tengah danau.


Menurut sebuah legenda yang berasal dari abad ke-15, atau lebih tepatnya pada awal 1428. Seorang Raja bernama Lê Lợi, atau yang juga dikenal sebagai Lê Thái Tổ, konon telah mengalahkan penjajah dari Cina dengan bantuan sebuah pedang sihir atau pedang ajaib Thuận Thiên (Heaven's Will) yang diberikan kepadanya oleh para dewa. 


Setelah kemenangan tersebut, dia akhirnya menjadi raja. Satu tahun setelah naik tahta, Raja Lê Lợi sedang berada di sebuah kapal naga yang berlayar mengelilingi danau Hồ Lục Thủy (Green Water Lake), tepat berada di depan istananya.

Patung Raja Lê Lợi sedang memegang pedang Heaven's Will
bersama dengan seekor kura-kura di sisinya

Ketika mereka berada di tengah danau, seekor kura-kura raksasa dengan cangkang emas (Kim Qui) muncul dari bawah permukaan air. 
Lê Lợi memerintahkan kapten untuk melambatkan kapal, dan pada saat yang sama, pedang sihir yang berada di ikat pinggangnya bergerak dengan sendiri. 

Kura-kura raksasa itu lalu mendekat ke arah kapal yang dinaiki raja, dan dengan suara manusia, ia meminta sang raja untuk mengembalikan pedang ajaib itu kepada tuannya, Long Vương (Raja Naga) yang konon hidup di bawah air. 

Lê Lợi akhirnya mengetahui bahwa pedang itu hanya dipinjamkan kepadanya untuk menjalankan tugasnya, tapi sekarang harus dikembalikan kepada pemilik aslinya. Lê Lợi lalu mengeluarkan pedang dari sarungnya dan melemparkannya ke arah-kura itu. 

Dengan cepat kura-kura itu membuka mulutnya dan menyambar pedang itu dengan giginya. Ia lalu turun ke dalam air dengan pedang yang berkilau di mulutnya, dan dalam waktu lama, cahaya yang berkedip-kedip dapat terlihat di kedalaman danau yang keruh. 

Sejak saat itu, orang-orang memberi danau itu dengan nama Hồ Gươm (Danau Pedang) atau Hồ Hoàn Kiếm (Danau Pedang Kembali).

Ilustrasi pertemuan Raja Lê Lợi dengan
Kura-kura emas (Kim Qui)

Cerita ini telah diturunkan dari generasi ke generasi dan dicatat dalam buku sejarah, buku sekolah, maupun dalam pertunjukan teater boneka di Hanoi, yang menceritakan tentang perjumpaan raja Lê Lợi dengan kura-kura legendaris di Danau Hoàn Kiếm.


Tidak ada bukti nyata tentang keberadaan kura-kura raksasa di danau ini, sampai tanggal 2 Juni 1967, ketika perusahaan makanan Hanoi berhasil menangkap seekor kura-kura raksasa yang berasal dari danau. 


Binatang tersebut memiliki berat sekitar 200 kg dengan panjang sekitar 2 meter. Awalnya mereka akan menjual daging binatang tersebut, namun Komite rakyat Hanoi beserta walikotanya, menghentikan usaha penjualan tersebut. 

Sayangnya, kura-kura itu akhirnya mati karena luka yang diakibatkan oleh jaring nelayan dan kabarnya kura-kura tersebut dipukul dengan linggis, agar bisa ditangkap dengan mudah. 

Tubuhnya diawetkan dan dipajang di tempat suci (Ngoc Son Temple). Sampai saat itu, tidak ada yang tahu pasti apakah kura-kura lain dari spesies tersebut masih hidup di sekitar danau.




Pada tanggal 24 Maret 1998, seorang kameramen amatir berhasil menangkap kura-kura di danau dalam bentuk video, dan meyakinkan orang-orang bahwa makhluk mitos itu masih bertahan hidup di dasar danau. 


Video tersebut langsung ditayangkan di televisi Vietnam, stasiun televisi itu juga mengklaim bahwa telah terjadi penampakan kedua pada tanggal 5 April. 

Sebelum penampakan tersebut, kura-kura ini hanya dianggap sebagai makhluk mitos atau legenda setempat dan diklasifikasikan sebagai makhluk cryptid.

Meskipun penampakan dari beberapa saksi mata mengatakan ada lebih dari dua kura-kura yang tinggal di danau, seorang ahli biologi di Universitas Nasional Hanoi, Profesor Hà Đình Đức mengatakan : "Hanya ada satu kura- kura yang tinggal di danau". 


Dia telah meneliti kura-kura ini sejak tahun 1991, dengan mengumpulkan lebih dari 300 foto kura-kura Danau Hoàn Kiếm dan juga mendengarkan banyak cerita tentang kura-kura ini.

Hewan yang dulunya dianggap hanya makhluk mitos dan legenda, perlahan keberadaanya mulai diakui oleh masyarakat setempat.

Profesor Hà Đình Đức mengatakan : "Hewan Hoan Kiem adalah penyu air tawar terbesar di dunia, berukuran panjang 2 meter dengan berat bisa mencapai 200 kilogram."

Kura-kura ini sudah menjadi bagian dari budaya dan sejarah Hanoi, bahkan hewan ini disebut sebagai Cụ Rùa, yang berarti kakek buyut kura-kura. Bagi banyak orang, kura-kura ini adalah makhluk suci, dan banyak juga orang yang memotretnya, lalu menyimpan di altar untuk disembah.


"Saya membandingkannya dengan penyu air tawar lainnya di tempat lain di dunia dan saya melihat perbedaan yang nyata. Saya berharap studi lebih lanjut akan menunjukan bahwa ini adalah spesies baru."

"Saya percaya kura-kura yang tinggal di danau ini adalah hewan yang mengambil pedang Raja Lê Lợi, karena spesies ini bisa hidup selama 500 tahun, bahkan sampai 700 tahun."

Menurut Đức, salah satu teori tentang asal usul penyu ini adalah bahwa Raja Lê Lợi sendiri membawa hewan tersebut dari provinsi Thanh Hóa untuk melepaskan mereka di Danau Hoàn Kiếm. 

Dia juga menjelaskan jika kura-kura yang tinggal di danau Hoàn Kiếm bisa dikenali dengan titik putih dikepalanya.


Kura-kura ini dikabarkan sangat berkaitan erat dengan spesies Trionychidae (penyu bercangkang lunak) dan Rafetus Swinhoei (kura-kura bercangkang lunak yang langka).

Trionychidae

Rafetus Swinhoei

Seorang mantan guru sekolah, yang kemudian menjadi seorang fotografer amatir bernama Ngo, mengatakan : "Foto saya menunjukan bahwa tidak hanya ada satu kura-kura di danau", menurutnya di danau tersebut sebenarnya hidup lima ekor kura-kura. 


Dia juga mulai memperhatikan hewan ini saat pertama kali melihat penampakannya pada tahun 2002, dan mengoleksi lebih dari 300 foto reptil. Salah satu foto favoritnya adalah ketika orang-orang datang mengunjungi Danau Hoàn Kiếm dan secara mengejutkan, kura-kura tersebut muncul untuk menyambut mereka.


Walaupun memiliki pendapat yang berbeda, keduanya mengaku mencintai dan menghormati kura-kura tersebut. Seorang ahli biologi penyu terkenal, Peter Pritchard percaya bahwa spesimen yang tersisa tidak lebih dari lima ekor saja.

Alasannya adalah karena Danau Hoàn Kiếm berukuran kecil dan dangkal, berukuran 200 meter dengan panjang 600 meter dan hanya memiliki kedalaman 2 meter saja. Selain itu, danau ini juga sangat tercemar dan terancam oleh adanya perbaikan kota disekitarnya. 


Meskipun hewan ini dapat hidup di bawah air tanpa batas, dan sesekali muncul di permukaan untuk mengirup udara segar, tetap saja kelangsungan hidup hewan ini sangat terancam.

Pada musim semi tahun 2011, pemerintah kota mulai mencoba menangkap kura-kura raksasa di Danau Hoàn Kiếm, Penangkapan tersebut dibantu sebuah operasi yang melibatkan anggota militer Vietnam.

Pada tanggal 9 Februari, seorang pemilik peternakan penyu setempat dipilih untuk menyiapkan jaring yang sesuai untuk menangkap hewan suci tersebut. 


Usaha pertama yang mereka lakukan pada tanggal 8 Maret ternyata gagal, karena kura-kura itu berhasil lolos dengan cara membuat lubang pada jaring yang mencoba menangkapnya. Mereka mengatakan "ulit untuk menangkap kura-kura bercangkang lunak yang berukuran sangat besar."




Pada 11 Februari 2011, ketika kura-kura ini muncul ke permukaan air dan berdiam diri di tepi danau, hewan ini terlihat memiliki luka di bagian tubuhnya.


3 Maret 2011, luka yang ada pada tubuh kura-kura ini semakin parah dan kondisi kesehatannya terlihat memburuk. Setelah mengetahui hal ini, pada keesokan harinya sebuah tangki khusus dibuat untuk perawatan kura-kura ini.



Pada 3 April 2011, kura-kura tersebut berhasil ditangkap dan untuk sementara dipindahkan ke sebuah tangki khusus yang dibangun di pulau kecil yang berada di tengah danau, agar hewan tersebut mendapat perawatan medis.



Setelah dilakukan penelitian melalui tes DNA, mereka mengkonfirmasi bahwa kura-kura di danau Hoàn Kiếm ini adalah spesies baru dan mereka menamainya dengan nama ilmiah Rafetus Vietnamensis.

Pada bulan Juli 2011, setelah mendapatkan perawatan medis, kura-kura seberat 169 kilogram ini dikembalikan kembali ke danau Hoàn Kiếm. 


Selama berada di tangki khusus, hewan ini mendapat perawatan pada bagian yang mengalami luka-luka dan juga diberi makan yang teratur, itulah sebabnya sebelum dikembalikan kembali ke danau, kondisi dari kura-kura ini terlihat membaik dan juga ukurannya semakin bertambah besar.


Kura-kura ini terlihat kembali pada 30 desember 2014.


Kura-kura penghuni Danau Hoàn Kiếm bersama Profesor Hà Đình Đức

Foto di bawah ini bisa disebut sebagai salah satu foto terakhir yang memperlihatkan kura-kura Danau Hoàn Kiếm ketika berada di dekat Turtle Tower. 


Foto ini diambil pada tanggal 21 Desember tahun 2015.


Kura-kura yang dikenal sebagai Cụ Rùa (Kake buyut kura-kura) ini dilaporkan mati pada tanggal 19 Januari 2016. 


Seorang penduduk lokal melihat tubuh kura-kura itu mengambang di danau dan langsung melaporkannya ke pihak berwenang. 

Berat dari kura-kura tersebut mencapai sekitar 200 kilogram dan dikabarkan berusia lebih dari 100 tahun. Menurut info yang beredar, tubuh dari kura-kura tersebut disimpan di sebuah kuil yang terletak di sekitar danau.

Tim McCormack, dari program penyu Asia, mengatakan : "Ini adalah pukulan besar untuk kehilangan kura-kura yang mungkin spesies paling langka di planet ini."

"Ini jelas binatang purba, saya dengan mudah mengatakan usianya pasti lebih dari 100 tahun." Ujarnya.

Sebuah surat kabar di Thanh Nien, mengatakan : "Ini adalah berita buruk bagi banyak orang di Hanoi."

Setelah kematian kura-kura legendaris ini, kini hanya tersisa 3 spesimen dari kura-kura raksasa Yangtze yang diketahui masih hidup di bumi. 


Dua berada di kebun binatang Suzhou di China, dan satu lagi berada di danau Dong Mo, Vietnam.

Kedua kura-kura yang berada di kebun binatang ini berusia lebih dari 100 tahun. Jika ahli biologi tidak dapat segera mengembang biakan spesies ini, dikhawatirkan spesies ini akan punah.

Kura-kura spesies Rafetus Swinhoei yang 
masih bertahan di danau Dong Mo,Vietnam

Para ilmuwan mencoba menyelamatkan spesies kura-kura raksasa Yangtze dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengawinkan mereka dengan kura-kura lain, dan jika cara ini tidak berhasil, mereka akan berusaha mencari kura-kura lain yang bersembunyi di alam liar, agar spesies dari kura-kura ini tidak mengalami kepunahan.

(Sumber : cryptidz.wikia)

1 komentar:

  1. siapa bilang dengan modal kecil tidak bisa menang banyak?
    Dengan modal Rp20.000,
    Anda bisa menang "Puluhan Juta" !!!
    Hanya di Sinidomino. com
    Untuk info lebih lanjut, Hubungi :
    -Pin BBM : D61E3506 (24 jam Online )
    judi poker

    BalasHapus